Tiongkok Gencarkan Latihan Militer Dekat Wilayah Taiwan

Tesa Oktiana Surbakti
27/8/2019 17:00
Tiongkok Gencarkan Latihan Militer Dekat Wilayah Taiwan
Pergerakan Tiongkok dipengaruhi persetujuan otoritas Amerika Serikat (AS) terhadap penjualan senjata pesawat F 16 ke Taiwan.( (Photo by Sam YEH / AFP))

TIONGKOK mengungkapkan rencana latihan militer di Laut China Timur pekan ini. Mengingat hubungan antara Tiongkok dan Taiwan tengah memanas.

Latihan terbaru merupakan bagian dari rangkaian latihan militer dalam sebulan terakhir. Pergerakan Tiongkok dipengaruhi persetujuan otoritas Amerika Serikat (AS) terhadap penjualan senjata bernilai miliaran dolar ke Taiwan. Termasuk, jet tempur F-16.

Baca juga: Brasil Tolak Bantuan G7 untuk Atasi Kebakaran di Amazon

Hubungan Beijing-Taipei memburuk sejak Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen, berkuasa pada 2016. Partai yang mengusung Tsai, tidak mendukung gagasan Taiwan adalah bagian dari "One China".

Sebagai tanggapan, Tiongkok memutuskan komnikasi resmi, menggencarkan latihan militer, dan meningkatkan tekanan ekonomi di wilayah semi. Beijing mengklaim Taiwan bagian resmi negaranya, dengan menunggu proses penyatuan. Sekalipun pemerintahan kedua wilayah sudah terpisah sejak berakhirnya perang saudara pada 1949.

Sejumlah kapal dilarang melintasi perairan lepas pantai Provinsi Zhejiang, wilayah timur Tiongkok, karena pelaksanaan latihan militer. Larangan berlaku selama 48 jam, mulai pukul 6:00 sore (10:00 GMT) pada Selasa (27/8) ini. Administrasi Keselamatan Maritim Zhejiang menginformasikan larangan tersebut melalui pemberitahuan singkat. Kendati demikian, pihak otoritas tidak menjelaskan rincian terkait skala latihan, atau unit militer yang terlibat.

Surat kabar yang didukung pemerintah, Global Times, menyebut latihan militer terbaru sebagai "latihan tembakan-langsung". Tentara Pembebasan Rakyat melakukan dua latihan militer berskala besar dekat Selat Taiwan, pada akhir Juli.

Baca juga: KFC akan Uji Daging Ayam Vegetarian di AS

"Tujuannya ialah untuk mengantisipasi konflik dengan lebih baik, dan juga untuk menghalau Taiwan mencapai jalan kemerdekaan. Serta, menghalangi intervensi AS, jika konflik antara Tiongkok dan Taiwan pecah," tutur Adam Ni, peneliti Tiongkok dari Universitas Macquarie, Sydney.

Serangkain latihan menindaklanjuti buku putih pertahanan yang diterbitkan Juli lalu. Militer Tiongkok memperingatkan tantangan yang berasal dari pasukan pro-kemerdekaan di Taiwan. (AFP/OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya