Demonstran Minta Rousseff Dimakzulkan

MI/AP/AFP/CNN/I-2
14/4/2015 00:00
Demonstran Minta Rousseff Dimakzulkan
(AFP)
UNTUK kedua kalinya dalam satu bulan, ribuan demonstran turun ke jalan-jalan di sejumlah kota di Brasil, Minggu (19/4) waktu setempat. Massa pengunjuk rasa yang mencapai ratusan ribu itu mendesak pemakzulan terhadap Presiden Dilma Rousseff. Rousseff sendiri tengah berjuang menghadapi kelesuan ekonomi, tuduhan skandal penyuapan, dan tingkat kepercayaan yang terus merosot. Tingkat kepercayaan masyarakat 'Negeri Samba' terhadap presiden mereka turun dratis sejak 15 Maret lalu.

Jumlah kelompok antipemerintah kian bertambah sejak bangkitnya kembali semangat demokrasi pada 1985. Lebih dari 600 ribu demonstran melampiaskan kemarahan mereka terhadap Rousseff yang kurang dari empat bulan mendatang akan bersaing kembali memperebutkan kursi presiden. "Dilma berbohong mengenai situasi ekonomi saat berkampanye," seru Filipe Madruga, 20, seorang mahasiswa jurusan hukum dan ekonomi yang terlibat dalam unjuk rasa di Kota Sao Paulo. Madruga berpendapat bahwa dengan situasi Brasil yang memburuk, justru Rousseff balik menuduh rival politiknya, Aecio Neves, senator dari kelompok sayap tengah, bermain politik.

Neves dituduh terus berusaha mendorong suku bunga dinaikkan. Dia juga mendesak diberlakukan penghematan. Pasalnya, kebijakan itu pernah digemborkan Rousseff bila kembali terpilih menjadi Presiden Brasil periode kedua. Dengan pertumbuhan ekonomi yang hanya 0,1% pada 2014, Rousseff menghadapi persoalan sulit, yakni meningkatnya angka pengangguran dan tingginya inflasi. Berdasarkan hasil survei lembaga Datafolha, sebanyak 63% responden di Brasil menyatakan setuju soal pemakzulan Rousseff.

Kurang dari 15% responden yang setuju pemakzulan mengetahui bahwa jika Rousseff melepas jabatan presiden, Michel Temer yang menjabat wakil presiden dari Partai Gerakan Demokratik Brasil dan sayap tengah yang akan menjabat presiden 'Negeri Samba'. Dalam survei yang melibatkan 2.834 responden dan dilakukan pada 9-10 April lalu, sebanyak 13% responden tidak mengharapkan Rousseff mundur. Kendati ratusan ribu orang meminta Rousseff mundur, sebagian masyarakat masih berharap Rousseff tetap memimpin Brasil.

Intervensi militer
Unjuk rasa di Rio de Ja-neiro, ibu kota negara, Minggu (19/4), mirip suasana pesta akbar Piala Dunia 2014. Para demonstran mengenakan kaus kuning tim nasional 'Samba'. Mereka juga me-ngibarkan bendera Brasil. Sebagian mengusung poster bertulisan 'Dilma Mundur' dan 'Pemerintah Korup'. Ribuan demonstran berkumpul di sepanjang Pantai Copacabana. Jumlah mereka memang tidak sebesar unjuk rasa pada 15 Maret lalu. Namun, para demonstran menunjukkan ketidaksabaran mereka yang berharap Rousseff terguling. Dengan kondisi perekonomian yang kian suram dan sejumlah skandal korupsi, para demonstran di Rio de Janerio mendesak militer untuk melakukan 'intervensi konstitusional'. Militer diminta segera bertindak sebelum pemilu presiden pada Oktober mendatang. MI/



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya