Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PETUGAS keamanan menyita sebuah peluncur misil yang ditemukan dalam tas milik penumpang di Bandara Internasional Baltimore/Washington di Maryland, Amerika Serikat, Senin (29/7).
Pemilik tas itu mengatakan peluncur misil yang dibawanya itu merupakan suvenir dari Kuwait.
"Sebuah peluncur misil ditemukan pada pagi hari di Bandara Internasional Baltimore/Washington," tulis seorang juru bicara Badan Keamanan Transportasi (TSA), Lisa Farbstein, di Twitter.
"Pria yang membawanya menyebut peluncur misil itu adalah suvenir dari Kuwait. Seharusnya dia hanya membawa pulang gantungan kunci!" lanjut Farbstein, dilansir dari laman AFP.
Berasal dari Texas, pemilik peluncur misil mengaku sebagai personel militer aktif saat dihentikan petugas. TSA mengatakan peluncur misil yang disita tidak dilengkapi amunisi.
Baca juga: Berselisih dengan Trump, Direktur Intelejen AS Mundur
Peluncur misil itu kemudian diserahkan ke dinas pemadam kebakaran setempat untuk dimusnahkan secara aman. Sementara sang pemilik diizinkan melanjutkan perjalanan.
Dalam pernyataan resminya, TSA mengunggah sebuah peluncur misil yang disebut-sebut merupakan model Griffin. Raytheon, perusahaan pembuat Griffin, mengatakan bahwa peluncur misil tersebut adalah sebuah senjata yang "akurat."
"(Griffin) telah terbukti dalam operasi peperangan di darat, laut dan udara," sebut Raytheon.
"Senjata militer tidak diizinkan untuk dimasukkan dalam koper," tegas TSA. (Medcom/OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved