SEBANYAK 91 warga negara Indonesia (WNI) kembali dievakuasi dari Yaman. Mereka mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, kemarin, dengan menggunakan Boeing A 7305 milik TNI-AU.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia Retno Marsudi mengatakan seluruh WNI yang tiba kemarin berasal dari Kota Tarim dan Al Mukalla, Yaman.
Mereka sebelumnya dievakuasi dulu ke sejumlah tempat di luar Yaman seperti Jizan (Arab Saudi), serta Muskat dan Salalah (Oman).
"Hingga saat ini, total WNI yang sudah keluar dari wilayah Yaman berjumlah 1.795 orang. Sebanyak 1.002 WNI di antaranya sudah kembali ke Indonesia, termasuk 91 WNI yang datang hari ini (kemarin). Kini sebanyak 793 WNI telah berada di Salalah (Oman) dan Djibouti," ujar Retno.
"Sebagian besar WNI yang tiba hari ini merupakan mahasiswa yang sebagian besar berkampung halaman di Jakarta dan Jawa Timur," lanjutnya.
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Lalu Muhammad Iqbal mengatakan daerah yang masih mengkhawatirkan saat ini adalah Kota Aden.
"Hingga semalam, masih terdapat 112 WNI yang masih belum bisa keluar dari Aden. Namun, siang tadi (kemarin), kami dapat kabar bahwa mereka semua sudah keluar dari Kota Aden melalui pelabuhan dengan menggunakan kapal nelayan," jelasnya.
Dari 112 WNI tersebut, sebanyak 82 orang di antaranya adalah mahasiswa. Selain WNI, terdapat 67 warga negara Malaysia dan tiga warga negara Thailand. "Mereka semua dibawa ke Djibouti," jelas Iqbal.
Di sisi lain, Menteri Agama (Menag) Indonesia Lukman Hakim Saifuddin berharap para pelajar, mahasiswa, dan WNI yang berada di Yaman agar mengikuti arahan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yaman dan tim evakuasi WNI untuk kembali ke Tanah Air.
Lebih dari itu, Menag menasihati semua WNI untuk berjihad (bekerja sungguh-sungguh) di Tanah Air dengan membangun peradaban, bukan dengan menumpahkan darah di negeri orang.
Dari Yaman, jet-jet tempur pasukan koalisi Arab terus menggempur posisi para pemberontak Syiah, Houthi, di wilayah selatan Yaman. Serangan ditargetkan ke lokasi istana kepresidenan di Aden yang masih dikuasi kelompok pemberontak yang didukung Iran.
Sebelumnya, lima orang yang merupakan loyalis Presiden Abd Rabbu Mansour Hadi tewas dalam serangan yang dilakukan kelompok Houthi.
"Mereka yang tewas ialah loyalis Presiden Hadi. Tiga anggota milisi dan dua sisa-nya adalah warga sipil," kata petugas medis setempat.
Setelah serangan udara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi ke Yaman memasuki minggu ketiga, masyarakat terus menghadapi kekurang-an pangan.
Demikian penjelasan sejumlah lembaga bantuan kemanusiaan yang kesulitan untuk mengirim bantuan ke warga sipil.