Polisi Moskow Tangkap Ratusan Demonstran

Ihfa Firdausya
28/7/2019 15:30
Polisi Moskow Tangkap Ratusan Demonstran
Polisi Rusia menangkapi demonstran di Moskow.(AFP/Maxim ZMEYEV )

POLISI menangkap lebih dari 800 orang dalam demonstrasi menuntut pemilu yang adil di Moskow, Rusia, Sabtu (27/7). Penangkapan tersebut disertai kekerasan.

Menurut laporan wartawan AFP di tempat kejadian, polisi menggunakan pentungan untuk menghalau pengunjuk rasa. Dalam demonstrasi itu, sekitar 3.500 orang turun ke jalan meskipun tidak mendapat izin DARI pihak berwenang.

Alexei Sprizhitsky, seorang pekerja IT berusia 42 tahun, mengaku bahwa sebenarnya ia takut menghadiri demo tersebut.

Senada dengan Sprizhitsky, seorang pensiunan berusia 68 tahun bernama Elena Rastovka mengatakan, "Saya telah takut sepanjang hidup saya, tetapi cukup sudah. Jika kita tinggal di rumah, tidak ada yang akan berubah.”

Info OVD yang memantau demonstrasi mengatakan 835 orang telah ditangkap dalam demonstrasi Sabtu (27/7) sore waktu Moskow.

Baca juga: Tiongkok-Rusia Gelar Latihan Militer, Korsel dan Jepang Meradang

Organisasi itu melaporkan bahwa para demonstran yang ditangkap menderita berbagai cedera, termasuk patah tulang hidung.

Sebelumnya, kelompok-kelompok pengunjuk rasa telah mencoba memblokade beberapa jalan di Moskow bagian tengah pada sore hari itu. Namun, sejumlah besar polisi dengan cepat dikerahkan ke daerah itu dan membubarkannya.

"Ini kota kita! Kami ingin pemilihan bebas," teriak kerumunan ketika polisi menutup lokasi demonstrasi.

Politisi Dmitry Gudkov ditangkap tidak lama sebelum unjuk rasa dan dibebaskan pada malam hari. Sebelumnya, dia mengatakan masa depan negara dipertaruhkan.

"Jika kita kalah sekarang, pemilu tidak akan ada lagi sebagai instrumen politik,” katanya.

"Yang kita bicarakan adalah apakah sah untuk berpartisipasi dalam politik hari ini di Rusia. Kita berbicara tentang negara yang akan kita tinggali," tambahnya.

Politisi lain, Ilya Yashin, dibebaskan setelah ditahan pada Sabtu (27/7) dini hari ketika rumahnya digrebek polisi.

"Pihak berwenang telah kehilangan akal sehat. Mereka berperilaku dengan cara yang hampir sadis," kata Yashin di Twitter.

Ia pun mengumumkan protes lanjutan di Moskow akan dihelat pada 3 Agustus.

Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin menyebut protes yang tidak sah itu sebagai "ancaman keamanan”. Ia menambahkan bahwa "ketertiban akan dijamin sesuai dengan hukum yang relevan".

Demonstrasi terjadi setelah protes besar yang melibatkan 22.000 pengunjuk rasa digelar minggu lalu. Mereka meminta pejabat mengubah keputusan dan membiarkan para aktivis oposisi mendukung dewan kota September mendatang. (AFP/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya