AS bukan Ancaman bagi Venezuela

MI/Andhika Prasetyo
13/4/2015 00:00
AS bukan Ancaman bagi Venezuela
(AP)
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Barack Obama untuk pertama kalinya berbicara dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, kemarin. Dalam pertemuan itu, Obama mengatakan bahwa AS tidak berusaha untuk mengancam Venezuela. Para pejabat AS mengatakan kedua pemimpin tersebut bertemu selama beberapa menit di sela-sela acara konferensi tingkat tinggi (KTT) Amerika di Panama City, Panama. "Presiden Obama mengindikasikan dukungan kuat untuk dialog damai di antara partai-partai di Venezuela. Dia mengulangi bahwa kami tidak bermaksud mengancam Venezuela, tapi untuk mendukung demokrasi, stabilitas, dan kemakmuran di Venezuela dan wilayah regional," kata Bernadette Meehan, juru bicara Badan Keamanan Nasional AS.

Ajudan Presiden Maduro, Teresa Maniglia, juga mengatakan kedua kepala negara itu saling sapa menggunakan bahasa Spanyol. Namun, ia tidak merinci percakapan antara Obama dan Maduro. "Dalam pertemuan itu, ada banyak kebenaran, rasa saling menghormati, dan keramahan," ungkap Maniglia melalui akun Twitter pribadinya. Pertemuan singkat tersebut terjadi di hari yang sama di saat Obama mengadakan pembicaraan bersejarah dengan Presiden Kuba Raul Castro. Dalam KTT yang dihelat selama dua hari tersebut, Maduro dipandang sebagai kartu as karena dianggap dapat menampilkan era baru terkait dengan hubungan AS dan negara-negara Amerika Latin yang selama ini penuh konflik.

Maduro juga menggunakan panggung KTT Amerika untuk menyampaikan keluhan mengenai sanksi AS terhadap para pejabat Venezuela. Maduro, dalam KTT Amerika, mengatakan bahwa dia menghormati AS, tapi ia tidak memercayai Obama yang disebutnya telah mengancam Venezuela. "Saya menghormati Anda, tapi saya tidak dapat memercayai Anda, Presiden Obama," seru Maduro meskipun saat itu Obama telah meninggalkan ruang pertemuan. Obama meninggalkan acara di hari terakhir KTT Amerika untuk mengadakan pembicaraan bilateral dengan Presiden Kolombia Juan Manuel Santos.

"Saya bersedia berbicara dengan Presiden Obama tentang masalah ini dengan hormat dan ketulusan kapan saja dia mau," kata Maduro. Maduro mengatakan ia secara terbuka berusaha untuk berbicara dengan Obama sejak memimpin Venezuela dua tahun lalu. Namun, Presiden AS tersebut tidak pernah menjawab pesan yang dikirimkannya. Pernyataan Maduro adalah respon atas pernyataan Obama yang menilai Venezuela sebagai ancaman bagi AS. Pemerintahan Obama menyatakan krisis ekonomi dan politik di Venezuela merupakan ancaman bagi AS. Presiden Obama juga telah membekukan semua aset milik Pemerintah Venezuela. Selain itu, ia juga melarang beberapa pejabat Venezuela untuk masuk ke AS karena dituduh melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) terkait dengan protes antipemerintah tahun lalu.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya