Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN asal Swedia, Ikea, mengakhiri kegiatan pabrik yang berlokasi di Danvile, Virgnia, Amerika Serikat (AS), pada Desember ini. Manajemen akan memindahkan operasi ke Eropa, dengan alasan pemangkasan biaya produksi.
"Kami sudah berupaya meningkatkan dan mempertahankan daya saing pabrik di Danville. Akan tetapi, beban biaya begitu tinggi sehingga sulit melanjutkan produksi," ujar manajer pabrik Bert Eades dalam sebuah pernyataan resmi.
Pusat fasilitas Danville yang dibuka pada 2008 lalu, mempekerjakan 300 orang. Pabrik tersebut menghasilkan sejumlah produk kayu, termasuk rak dan unit penyimpanan.
Sebagai pembenaran atas keputusannya, manajemen Ikea menyoroti harga bahan baku di AS yang lebih tinggi dari Eropa. Ikea mengoperasikan sejumlah pabrik di negara-negara Eropa, seperti Polandia, Rusia, dan Swedia.
Baca juga: Pemerintah AS Digugat Terkait Aturan Suaka Baru
Senator dari Partai Demokrat Tim Kaine mengungkapkan para pekerja di pabrik Danville mengkhawatirkan kebijakan tarif pemerintah AS, yang berdampak terhadap biaya produksi.
Apalagi, lanjut Kaine, pabrik Ikea juga mengimpor bahan baku dalam jumlah besar.
Tidak berapa lama setelah Kaine mengunjungi pabrik, administrasi Donald Trump memberlakukan tarif atas impor papan partikel dari Tiongkok, bahan baku yang sering digunakan Ikea.
Pada Selasa (16/7) waktu setempat, manajemen Ikea berdalih keputusan menutup pabrik di Danville tidak terkait kebijakan tarif. Mereka menyebut papan partikel dibeli dari pemasok AS.
Ikea memiliki fasilitas manufaktur di 9 negara, yang mempekerjakan sekitar 20.000 orang.
Sebuah pergeseran terbaru dalam strategi ritel Ikea yang beradaptasi terhadap pertumbuhan belanja daring, menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK) di bagian lain bisnis tersebut.
Perusahaan mulai berinvestasi dalam layanan penjemputan daring dan pusat pemenuhan digital.
Tahun lalu, Ingka Group, perusahaan induk Swedia yang memiliki dan mengoperasikan sebagian besar toko Ikea, memutuskan memberhentikan sekitar 7.500 karyawan, atau 5% dari tenaga kerja global.
Manajemen kemudian membangun 30 toko kecil di kota-kota besar di seluruh dunia dalam beberapa tahun mendatang. Strategi itu bertujuan menarik pembeli yang lebih muda. Perusahaan mengklaim bisa menciptakan 11.500 pekerjaan sebagai dampak transformasi. (CNN/OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved