ISLAMIC State (IS) merilis sebuah video yang menayangkan kelompok militan tersebut menghancurkan artefak-artefak di Kota Asiria kuno, Nimrud, Irak, sebelum akhirnya meledakkan situs bersejarah tersebut.
Video itu menunjukkan situs yang terletak di bantaran Sungai Tigris tersebut benar-benar diratakan.
Dalam video tersebut juga terlihat kelompok militan itu memasukkan tong-tong besar yang berisi penuh bubuk mesiu ke sebuah ruangan yang dindingnya dilapisi dengan lembaran gipsum dan diukir indah dengan representasi dewa-dewa Asiria.
Lalu, beberapa saat kemudian, terjadi ledakan besar yang mengirimkan gumpalan asap dan debu ke udara.
Perusakan terhadap situs itu tidak diketahui secara pasti kapan dilakukan, tetapi IS diyakini melakukannya lebih dari sebulan lalu.
Hingga saat ini, tingkat kerusakan di kota tersebut belum diketahui secara pasti.
"Kapan pun kita menemukan sebuah tempat yang digunakan untuk penyembahan berhala dan menyebarkan monoteisme, kami akan menghancurkannya," tegas salah satu anggota kelompok militan IS di akhir video.
"Allah telah memuliakan kami karena telah menghapus dan menghancurkan semua berhala. Karena tidak ada satu pun yang patut disembah kecuali Dia," kata seorang milisi ke kamera.
"Kami di sini, berterima kasih kepada Allah. Seperti yang bisa kalian lihat, kami telah menghapus setiap patung yang dibuat untuk disetarakan dengan Allah," lanjutnya
Dalam interpretasi ekstrem jihadis IS, patung, berhala, dan kuil yang dibangun sebagai suatu bentuk penyembahan dan objek ibadah harus dimusnahkan.
Serangan itu memicu kekhawatiran yang sangat besar.
Beberapa arkeolog dan ahli warisan membandingkan penghancuran yang terjadi saat ini dengan pembongkaran Bamiyan Buddha di Afghanistan oleh Taliban pada 2001.
Menurut spesialis barang antik, IS hanya bisa bergantung pada perdagangan barang-barang antik sebagai sumber pembiayaan kelompok tersebut.
Mereka menghancurkan potongan-potongan yang tidak mungkin untuk dijual dan diselundupkan karena ukurannya yang sangat besar.
Reruntuhan kota yang didirikan pada abad ke-13 SM itu ialah salah satu situs arkeologi yang paling terkenal dan sering digambarkan sebagai tempat lahir peradaban.
Saat ini, Nimrud telah menjadi salah satu warisan dunia The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).