Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Venezuela, Nicolas Maduro, menyatakan optimisme pascadialog antara pemerintahannya dan kalangan oposisi berlangsung di Barbados. Negara Amerika Selatan terjatuh dalam kekacauan politik, sejak pemimpin Majelis Nasional, Juan Guaido, mendeklarasikan diri sebagai presiden interim Venezuela.
Langkah Guaido merupakan tantangan besar terhadap kepemimpinan Maduro. Guaido diakui oleh Amerika Serikat (AS) dan lebih dari 50 negara. Akan tetapi, dukungan itu belum mampu menggulingkan pemimpin sosialis Venezuela, yang mendapat sokongan dari Rusia, Tiongkok dan Kuba.
Baca juga: Polisi Tangkapi Aktivis
Delegasi dari kedua belah pihak tiba di Barbados pada Senin pagi waktu setempat. Mereka menghidupkan kembali diskusi, setelah putaran sebelumnya di Norwegia mengalami stagnasi.
"Saya optimistis dengan pertemuan hari ini. Ada sesi selama lima jam, dan saya pikir setiap langkah, dengan kesabaran strategis, maka kami dapat menemukan jalan menuju perdamaian," ujar Maduro dalam siaran televisi negara VTV.
Tanpa memberikan rincian lebih lanjut, Maduro mengatakan pembahasan agenda dengan enam poin mengedepankan kepentingan negara.
"Jika Anda bekerja dengan niat baik, serta tidak ada intervensi AS, saya yakin kami akan menyepakati sebuah perjanjian," imbuh Maduro, yang menuding Washington telah memperbesar bara api.
Perundingan Barbados merupakan pertemuan putaran ketiga, sejak perundingan Oslo pada Mei lalu. Awalnya, Maduro mengklaim tidak ada rencana untuk membuka kembali ruang perundingan, menyusul kasus kematian seorang petugas dalam penjara. Tindakan itu disinyalir berkaitan dengan kudeta. Kematian mantan perwira angkatan laut, Rafael Acosta, memicu kecaman internasional.
Pada Minggu lalu, Guaido mengatakan pihaknya ingin perundingan mengarah pada kemunduran Maduro dari kursi kepresidenan. Dia menekankan urgensi pemerintah transisi dan pemilihan bebas dengan pengawasan internasional.
Beberapa anggota oposisi menentang perundingan Barbados. Mereka khawatir negosiasi dapat memperkuat posisi Maduro. Namun, Wakil Pemimpin Majelis Nasional, Enrique Marquez, menyebut perundingan adalah opsi terbaik. "Solusi kekerasan berpotensi menghilangkan pemerintahan, bukan menciptakan pemerintahan baru," katanya.
Baca juga: Deutsche Bank Pangkas 18 Ribu Karyawan
Seiring pelaksanaan negosiasi di Barbados, Guaido turut mengadakan pertemuan tertutup dengan penasihat khusus Uni Eropa untuk Venezuela, Enrique Iglesias, di ibukota Caracas. Setelahnya, Iglesias menemui Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez. "Iglesias mengonfirmasi komitmennya terhadap proses dialog," bunyi cuitan Rodriguez dalam akun Twitter-nya.
Negara kaya minyak mengalami resesi ekonomi dalam lima tahun terakhir, yang ditandai kelangkaan stok pangan, obat dan kebutuhan dasar lainnya. Kehancuran ekonomi domestik juga diperparah krisis politik. Delegasi pemerintah Venezuela dan oposisi bertemu di Oslo untuk pertama kalinya pada akhir Mei. Sebuah proses yang dibangun untuk mencari solusi terhadap krisis berkepanjangan. (AFP/OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved