Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA pejabat Amerika Serikat (AS) dan kelompok Taliban akan melanjutkan pembicaraan damai. Pertemuan itu disebut pembahasan paling produktif oleh negosiator utama AS, yang memimpin perundingan dengan kelompok garis keras untuk mengakhiri perang Afghanistan.
Pekan lalu, sejumlah pihak yang bermusuhan memulai perundingan damai putaran ketujuh. Tujuannya menuntaskan jadwal penarikan pasukan asing, dengan imbalan Taliban menjamin kelompok militan internasional tidak memanfaatkan Afghanistan sebagai pangkalan operasi penyerangan.
Baca juga: Putra Pangeran Harry Dibaptis
Dalam cuitannya di akun Twitter, utusan AS Zalmay Khalilzad, menyatakan diskusi putaran terakhir merupakan pembahasan paling produktif sampai saat ini. Perang di Afghanistan sudah berlangsung selama 18 tahun.
Lebih lanjut, dia menjelaskan kemajuan substantif telah dicapai pada keempat bagian perjanjian damai. Rinciannya, jaminan kontra-terorisme, penarikan pasukan, partisipasi dalam dialog dan negosiasi intra-Afghanistan, serta gencatan senjata permanen dan komprehensif.
Keberadaan sekitar 20 ribu tentara asing di Afghanistan, mayoritas dari AS, menjadi bagian dari misi NATO yang dipimpin AS. Mereka memberikan pelatihan dan nasihat kepada pasukan Afghanistan. Beberapa pasukan AS juga melakukan operasi kontra-terorisme.
Dalam perjalanan ke Kabul bulan lalu, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, menyebut AS hampir merampungkan rancangan perjanjian dengan para militan, terkait jaminan kontra-terorisme. Pemerintah AS, lanjut dia, berharap pakta perdamaian dapat dicapai pada 1 September mendatang.
Seorang diplomat AS kelahiran Afghanistan, Khalilzad, ingin mengamankan penyelesaian politik dengan Taliban, yang saat ini mengendalikan sebagian besar wilayah Afghanistan. Padahal pada 2001, kelompok militan itu digulingkan pasukan pimpinan AS.
"Masih ada pekerjaan penting yang harus dilakukan, sebelum kita mencapai perjanjian," ucap Pompeo, seraya menambahkan perundingan damai akan dilanjutkan kembali pada 9 Juli, setelah dialog intra-Afghanistan.
Sejauh ini, kejelasan pada kesepakatan akhir mengenai jadwal penarikan pasukan asing, terbilang sulit dipahami. Akan tetapi, sebagai tanda kemajuan, Taliban sepakat mengadakan diskusi terpisah dengan sekelompok delegasi Afghanistan, di sela-sela pembicaraan damai.
Baca juga: Militer dan Oposisi Berbagi Kekuasaan
Pada Sabtu kemarin, kedua pihak memutuskan untuk menunda pembicaraan damai selama dua hari. Hal itu untuk memberi ruang negosiasi antara kelompok-kelompok saingan Afghanistan, yang akan berlangsung di Qatar.
Adapun, para pejabat AS menuntut perjanjian gencatan senjata, berikut komitmen untuk pembicaraan langsung antara Taliban dan pemerintah Afghanistan, sebelum kesepakatan damai diselesaikan. Sohail Shaheen, juru bicara kantor politik Taliban di Doha, membenarkan dialog AS-Taliban akan dilanjutkan setelah konferensi dua hari intra-Afghanistan. (Channelnewsasia/OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved