Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGUASA Hong Kong menyeru semua pihak agar tenang menjelang pawai pro-demokrasi tahunan pada Senin (1/7) besok di tengah kemarahan meluas terkait dengan rancangan undang-undangan ekstradisi.
Orang-orang yang akan turun ke jalan diperkirakan dalam jumlah besar setelah protes-protes bulan ini menentang proposal tersebut. Lebih satu juta orang berunjuk rasa beberapa kali selama tiga pekan belakangan untuk menunjukkan kemarahan dan rasa frustrasi mereka kepada pemimpin Hong Kong dukungan Beijing Carrie Lam.
Aksi tersebut memperlihatkan tantangan terbesar dari rakyat kepada pemimpin China Xi Jinping sejak ia naik ke tampuk kekuasaan pada 2012.
Tiongkok juga sedang menghadapi perang dagang dengan Washington, ekonomi yang goyah dan ketegangan di Laut China Selatan.
Penyerahan Hong Kong, bekas koloni Inggris kepada Beijing pada 1997, diperingati tiap tahun dan beberapa tahun belakangan ditandai dengan kesedihan yang mendalam. Para warga Hong Kong melihat aksi-aksi unjuk rasa berkali-kali diadakan menentang kendali Tiongkok Daratan.
Pada 12 Juni, warga Hong Kong turun ke jalan-jalan mengadakan aksi protes terhadap rancangan undang-undang yang mengizinkan orang-orang dikirim ke daratan Tiongkok untuk diadili. Demonstrasi itu memicu polisi menembakkan gas air mata dan peluru-peluru karet dekat
jantung pusat keuangan Hong Kong. Asap-asap membubung di antara gedung-gedung pencakar langit tertinggi di dunia di kota itu.
Baca juga: Tiongkok akan Buka Bandara Raksasa pada HUT ke-70
Sekretaris Ketua Hong Kong, Matthew Cheung, menyerukan semu pihak agar tenang menjelang pawai Senin dan mengatakan di blognya pada Ahad (30/6) bahwa pemerintah sudah belajar dari kesalahan-kesalahannya.
"Sangat penting untuk memulihkan ketertiban dan ketenangan sosial sesegera mungkin, menstabilkan lingkungan bisnis dan membawa Hong Kong kembali ke jalurnya," kata Cheung.
Lam, yang meminta maaf atas pergolakan tersebut, tak terlihat di depan publik sejak 18 Juni, menangguhkan RUU Ekstradisi itu setelah
protes-protes yang sangat ricuh dan terbesar di Hong Kong terjadi dalam beberapa dekade, tetapi tidak memenuhi tuntutan untuk membatalkannya.
Para pegiat juga menuntut pemerintah membatalkan semua tuduhan terhadap mereka yang ditangkap dalam protes-protes, menuduh polisi bertindak berlebihan dan menghentikan sebutan demonstrasi sebagai huru-hara, yang dapat menyebabkan mereka yang ditangkap dijatuhi hukuman penjara lebih berat.
Namun dalam aksi mendukung polisi, ribuan orang berkumpul di tengah hujan deras dan panas terik, sebagian mengibarkan bendera China dan menyelenggarakan upacara mengheningkan cipta. Polisi memperkirakan 53.000 orang mengikuti pawai pada Ahad. (OL-1)
BNI memberikan klarifikasi terkait aksi demonstrasi di Pematang Siantar. Bank menegaskan isu tersebut berkaitan dengan koperasi yang bukan bagian dari BNI.
Aksi tersebut digelar oleh BEM UI sebagai bentuk solidaritas terhadap aktivis Andrie Yunus yang menjadi korban penyiraman air keras.
Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan 1.031 personel gabungan untuk mengamankan aksi BEM UI terkait gugatan UU TNI dan solidaritas Andrie Yunus.
Gerakan No Kings ramai di Amerika Serikat lewat aksi demonstrasi besar. Sebenarnya apa itu No Kings dan apa tujuan di balik gerakan ini?
Robert De Niro ikut aksi “No Kings” di New York, bagian dari protes nasional terhadap kebijakan Trump terkait Iran dan imigrasi yang dinilai kontroversial.
Perang tersebut terlalu menguras anggaran negara. Padahal, menurut dia, situasi internal di Amerika Serikat tidak baik-baik saja dan membutuhkan sokongan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved