Diprotes Soal Penyiksaan Migran, Pejabat Perbatasan AS Mundur

Tesa Oktiana Surbakti
26/6/2019 20:15
Diprotes Soal Penyiksaan Migran, Pejabat Perbatasan AS Mundur
Penjabat Badan Pengawal Perbatasan dan Bea Cukai AS (CBP) John Sanders (Kiri(AP)

PEJABAT sementara Kepala Badan Kepabeanan dan Perlindungan Perbatasan (CBP) Amerika Serikat (AS) mengundurkan diri pada Selasa waktu setempat. Keputusan muncul di tengah protes publik atas kondisi tahanan anak-anak imigran di Texas yang semakin mengkhawatirkan.

John Sanders ditetapkan pada jabatan tersebut sekitar dua bulan lalu. Melalui surat yang diperoleh beberapa media AS, dia menyatakan rencana pengunduran diri sebagai pejabat komisaris CBP per 5 Juli.

Baca juga: AS-Swiss Bantu Persediaan Air Bersih Masyarakat Kota di Indonesia

Kepergiaan Sanders bersamaan dengan pengungkapkan kondisi tahanan bagi anak-anak yang tidak layak di fasilitas Patroli Perbatasan Clint, Texas. Situasi tahanan disebut penuh sesak. Langkah yang diambil Sanders menjadi pertanda meningkatnya ketegangan di tengah sumber daya. Apalagi, jumlah penangkapan imigran di perbatasan AS-Meksiko terus bertambah.

Kondisi pusat tahanan Clint diungkapkan tim pengacara, dokter dan petugas lainnya, yang mengunjungi fasilitas sekitar 30 kilometer (km) tenggara El Paso. Sekitar 250 anak dipindahkan dari Clint pada Senin waktu setempat. Akan tetapi, pada Selasa, seorang pejabat CBP mengatakan 100 orang anak dikirim kembali ke tahanan.

"Banyak anak-anak terlihat memiliki rambut kusut dan mengenakan celana berlumpur. Batuk mereka juga cukup parah, dengan kantong mata yang tebal karena kelelahan," bunyi laporan Clara Long, seorang peneliti dari Human Rights Watch, yang ikut meninjau lokasi.

"Mereka mengatakan kepada kami bahwa sulit memperoleh akses reguler ke kamar mandi, atau berganti pakaian bersih. Sebagian lainnya mengaku tidak diizinkan madi selama beberapa minggu," lanjut Long.

Sanders diketahui memimpin CBP sejak April, ketika Presiden AS, Donald Trump, memindahkan Kepala CBP, Kevin McAleenan, sebagai Sekretaris Departemen Keamanan Dalam Negeri, untuk menggantikan Kirstjen Nielsen. Dalam sebuah pesan yang diterima para staf, Sanders tidak memberikan alasan khusus di balik keputusan mundur. Kepada The Washington Post dan The New York Times, sejumlah pejabat juga mengaku tidak mengetahui alasan pasti dari pengunduran diri Sanders. Termasuk, apakah terkait dengan kasus penanganan tahanan imigran di bawah umur.

Kepada wartawan, Trump menegaskan dirinya tidak meminta Sanders untuk mundur. Namun, dia meyakini akan terjadi perubahan di lingkungan CBP. Berdasarkan laporan The Washington Post, Trump berencana menunjuk Mark Morgan, pejabat Direktur Imigrasi dan Bea Cukai (ICE), sebagai pengganti Sanders.

Dalam sebuah wawancara dengan CBS News, Morgan mengatakan dirinya tidak percaua terdapat masalah sistemik pada sejumlah fasilitas penahanan. "Saya kurang setuju bahwa masalah ini adalah kondisi yang mengerikan, layaknya masalah sistemik. Apakah persoalan ini dapat kita perbaiki? Tentu saja," pungkas Morgan.

Baca juga: Jokowi Terima Kunjungan Presiden Argentina di Istana Bogor

Ketentuan hukum AS mewajibkan anak di bawah umur tanpa pendampingan, dikembalikan kepada orangtua mereka. Selain itu, terdapat opsi pemindahan ke fasilitas Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan dalam waktu 72 jam. Akan tetapi, banyak dari anak-anak yang ditahan di Patroli Perbatasan Clint, telah berada di sana selama 3-4 minggu.

Kedatangan imigran tanpa dokumen di perbatasan selatan AS, melonjak dalam beberapa bulan terakhir. Pada Mei 2019, jumlah imigran yang ditahan sekitar 144 ribu orang. "Semua orang harusnya memahami, tugas Patroli Perbatasan bukan merawat anak-anak. Mereka sama bingungnya seperti kita, bahwa anak-anak ini dimasukkan ke dalam perawatan mereka, padahal tidak memiliki kemampuan untuk merawat," ujar profesor hukum Universitas Willamette, Warren Binford.(AFP/OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya