Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Indonesia, Amerika Serikat, dan Swiss meluncurkan perjanjian baru guna menyediakan air bersih bagi 60 ribu masyarakat perkotaan di Indonesia dengan memperkuat tujuh perusahaan air minum atau PDAM di di Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, mengapresiasi kemitraan dengan Pemerintah Amerika Serikat melalui USAID dan Pemerintah Swiss melalui SECO untuk mendukung pengembangan air minum dan sanitasi di Indonesia.
Baca juga: Palestina Tolak Konferensi Bahrain Usulan AS
"Saya menantikan hasil dari model percontohan ini untuk mendukung tujuan kami dalam menyediakan 10 juta sambungan rumah selama 5 tahun ke depan,” kata Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Rabu (26/6).
Menurut Bambang, melalui kerja sama ini diharapkan dapat mengatasi masalah terkait air tidak berekening dan efisiensi energi. Air tidak berekening dan efisiensi energi sangat penting bagi PDAM karena inefisiensi berdampak buruk terhadap kemampuan mereka untuk memperluas pelayanan dan meningkatkan akses.
Bambang mengingatkan soal pentingnya memprioritaskan penggunaan air bersih yang disiapkan dari rumah dengan mengurangi minum air kemasan. Dia juga mengingatkan pentingnya rasa malu sebagai warga karena banyaknya sampah plastik, termasuk di pantai pantai.
“Mari kita prioritaskan air bersih. Kita siapkan di rumah kita sehingga tidak banyak sampah plastik dari penggunaan air kemasan,” cetusnya.
Seperti diketahui, terdapat 39 juta penduduk Indonesia di daerah perkotaan masih kekurangan akses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari termasuk minum, memasak, dan kebersihan dasar. PDAM di Indonesia tengah berjuang untuk menjembatani kesenjangan ini, menghadapi rintangan untuk meningkatkan efisiensi energi dan menurunkan kehilangan dan kebocoran—yang kadang dapat mencapai sepertiga dari produksi airnya—saat air mengalir ke konsumen.
Melalui perjanjian baru tersebut, Pemerintah Swiss memperluas inisiatif program air dan sanitasi Pemerintah Amerika yang saat ini sedang dilaksanakan melalui United States Agency for International Development (USAID) dengan memberikan kontribusi sebesar $4,5 juta dolar Amerika dari Swiss State Secretariat for Economic Affairs (SECO). Kontribusi tersebut akan mengurangi kehilangan air dan meningkatkan efisiensi energi di 7 PDAM di kedua provinsi, Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Duta Besar Swiss Kurt Kunz menagku bangga dapat bermitra dengan Pemerintah Indonesia dan USAID untuk meningkatkan pelayanan air minum di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Menurutnya, bantuan dana tambahan ini akan memperkuat kapasitas kelembagaan dan kinerja PDAM serta dapat meningkatkan akses air minum bagi masyarakat Indonesia.
"Kami harap hasil dan pembelajaran dari program ini akan membantu memperluas infrastruktur air minum di Indonesia dan mengembangkan model kelembagaan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya air di seluruh Indonesia,” ujar Kunz.
Baca juga: SPI Sambut Dirjen FAO yang Baru
Duta Besar AS Donovan mengutarakan pihaknya mengapresiasi Pemerintah Swiss karena memperluas kemitraan air minum dan sanitasi. Perjanjian ini menunjukkan dukungan timbal balik yang kuat pada komitmen Pemerintah Indonesia untuk menyediakan akses air minum untuk semua. Selain itu, menurut Donovan perjanjian kerjasama Tahun 2019 menandai peringatan ke-70 hubungan antara AS dan Indonesia.
“Program air minum yang kami laksanakan bersama telah memberi manfaat bagi hampir 5 juta masyarakat Indonesia. Kami menantikan kerja sama ini untuk memastikan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia.” pungkasnya. (OL-6)
Warga mengisi wadah dengan air bersih dari sumber mata air di Desa Kaleke, Sigi, Sulawesi Tengah.
Iwan menyebut sebagai langkah mitigasi, BPBD Kendal telah menyiapkan 100 tangki air bersih untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak.
Efektivitas layanan air bersih tidak hanya bergantung pada infrastruktur pipa, tetapi juga pada manajemen penyimpanan di tingkat rumah tangga.
Ia menekankan, kebutuhan air bersih masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah, terutama bagi warga yang belum memiliki sarana penampungan air.
PAM Jaya berkomitmen mengakselerasi perluasan jangkauan layanan air bersih agar mampu mengover seluruh wilayah DKI Jakarta secara total pada 2029.
Program ini bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi 5.000 warga Palestina yang kekurangan akses air.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved