Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DUTA Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Syekh Mustafa Ibrahim Al-Mubarak, menyatakan permintaan jeda kemanusiaan di Yaman masih dalam pembahasan pemerintah.
"Permintaan itu telah diterima pemerintah kami, tetapi belum ada jawaban. Kami masih membahasnya," kata Al-Mubarak dalam konferensi pers di kediamannya di Jakarta, kemarin.
Pemerintah RI, melalui menteri luar negeri, telah menyampaikan permintaan jeda kemanusiaan kepada semua pihak di Yaman agar evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dan warga sipil negara lain lancar.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun, pada Jumat (10/4), menyerukan jeda kemanusiaan diberlakukan selama beberapa jam sehari supaya bantuan bisa disalurkan.
Meski permintaan masih dibahas, Al-Mubarak menjamin keamanan evakuasi warga asing termasuk WNI di tengah operasi militer yang dilancarkan koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman.
Al-Mubarak juga menegaskan tujuan intervensi militer pimpinan Arab Saudi di Yaman ialah mempertahankan keabsahan pemerintah Yaman di bawah kepemimpinan Presiden Abedrabbo Mansour Hadi.
Intervensi atas permintaan Hadi itu dilancarkan guna memulihkan stabilitas di Yaman dan kawasan.
Pemerintah Arab Saudi, lanjut Al-Mubarak, sangat mendukung solusi damai untuk krisis Yaman, baik di tingkat Dewan Kerja Sama Negara-Negara Teluk (GCC) maupun Dewan Keamanan PBB.
Namun, kata dia, "Krisis Yaman semakin buruk akibat sikap pemberontak Houthi yang mengedepankan paham radikalisme."
Sejumlah pemimpin dan perwakilan organisasi Islam Indonesia, termasuk Muhammadiyah, Persatuan Islam (Persis), Al-Irsyad Al-Islamiyah, Ikatan Dai se-Asia Tenggara, dan Imam Masjid Istiqlal menyatakan mendukung intervensi militer pasukan koalisi yang dipimpin Riyadh di Yaman.
Di ibu kota Yaman, Sana'a, pesawat yang mengangkut bantuan medis Palang Merah Internasional berhasil mendarat, kemarin.
"Kargo sekitar 35,6 ton, dengan 32 ton bantuan medis dan peralatan pemurnian air, generator listrik, dan tenda," kata juru bicara Komite Palang Merah Internasional Marie Claire Feghali.
Sementara itu, 193 WNI yang dievakuasi dari Yaman tiba di Bandara Soekarno-Hatta dalam dua kloter, kemarin sore dan tadi malam.
Pesawat TNI-AU yang membawa 90 WNI dijadwalkan tiba di Tanah Air besok dan 360 WNI lain yang sudah berada di Salalah, Oman, diterbangkan ke Tanah Air dengan pesawat carteran lusa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved