889 WNI Siap Dievakuasi

MI
11/4/2015 00:00
889 WNI Siap Dievakuasi
(AFP)
MENTERI Luar Negeri Indonesia Retno Lestari Priansari Marsudi mengatakan sebanyak 193 warga negara Indonesia (WNI) yang telah dievakuasi dari Yaman direncanakan tiba di Tanah Air hari ini.

"Besok (hari ini) akan ada dua kelompok terbang ketibaan warga negara Indonesia dari Yaman di Tanah Air, yaitu pukul 15.15 WIB sebanyak 43 orang menggunakan Qatar Airways dan 150 WNI akan tiba menggunakan Emirates pukul 22.20 WIB di Bandar Udara Soekarno-Hatta," ungkap Retno di kantornya, Jakarta, kemarin.

Selain itu, pada Senin (13/4), pesawat milik TNI Angkatan Udara akan tiba di Tanah Air dengan membawa 90 WNI. Sehari setelahnya, sebanyak 360 WNI yang telah dievakuasi ke Salalah, Oman, akan diterbangkan ke Tanah Air menggunakan pesawat carteran.

Dalam proses evakuasi WNI, baik yang masih berada di Yaman maupun yang sudah keluar ke negara tetangga seperti Oman dan Arab Saudi, pemerintah menggunakan dua opsi utama. Pertama, menyiagakan kapal yang akan dikirim dari Republik Jibouti. Pilihan kedua ialah membuka ruang kerja sama dengan pemerintah India yang juga sedang mengevakuasi warga negara mereka dari Yaman. Kemungkinan kerja sama tersebut bisa dilakukan karena 'Negeri Hindustan' memiliki kapal yang akan segera merapat ke Aden, kota pelabuhan di selatan Yaman.

Menurut data Kemenlu RI, jumlah WNI yang sudah keluar dari Yaman ialah 993 orang. Perinciannya, 775 orang sudah sampai di Tanah Air, 215 orang berada di Salalah, dan 3 orang di Karachi, Pakistan.

Total jumlah WNI yang sudah siap dievakuasi mencapai 889 orang, yaitu 111 WNI di Aden, 50 orang di Sana'a, 37 WNI di Al Hudaydah, 260 orang di Al Mukalla, dan 423 WNI di Tarim.

"Besok (hari ini) kita akan evakuasi 100 orang dari Al Mukalla dan 400 orang dari Tarim. Salah satu kendala kita ialah keamanan dan transportasi sehingga proses evakuasi dilakukan secara bertahap, tidak bisa dibawa sekaligus," jelas dia.

Sejumlah orangtua yang anak mereka berada di Yaman mengaku cemas. "Sebagai orangtua kami tentu mencemaskan nasib anak kami," kata Mohammad Ma'ruf dari Brebes, Jawa Tengah.

Di sisi lain, pemimpin agung Iran Ayatollah Ali Khameini mengecam intervensi militer yang dipimpin Arab Saudi terhadap kelompok Syiah Houthi di wilayah Yaman. Pernyataan itu merupakan kritik keras Iran terhadap Saudi. (Hym/JI/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya