Misteri Gerbang Neraka di Xinjiang

MI/WENDY MEHARI UTAMI
11/4/2015 00:00
Misteri Gerbang Neraka di Xinjiang
(Dok. Daily Mail)
WARGA Urumqi, ibu kota wilayah otonomi Xinjiang di Tiongkok sebelah barat laut, ketakutan. Sebuah lubang di permukaan perbukitan menganga dengan diameter 80 cm.Isinya terlihat jingga menyala. Panasnya bisa dirasakan orang yang berdiri berjarak 2 m dari lubang. Warga pun menyebutnya 'gerbang neraka'.

'Gerbang neraka' itu ditemukan para pekerja konstruksi dan warga kampung setempat, beberapa pekan silam. Begitu mendengar kabar, tim peneliti geologi menyambangi Urumqi untuk menyelidiki 'gerbang neraka'.

Sebelum lubang ditemukan, warga memang kerap merasakan hangat di bawah permukaan perbukitan yang mereka pijak. Wilayah itu bukanlah area vulkanis. Jadi, sumber panas di bawah tanah itu bukanlah lava.

Menurut Hu Tan, pakar geologi yang mengetuai penyelidikan 'gerbang neraka', udara yang muncul dari dalam lubang sangatlah panas sampai-sampai bisa membakar ranting pohon yang didekatkan ke lubang.

Suhu yang bisa dirasakan orang di permukaan perbukitan di dekat lubang memang luar biasa tinggi, mencapai 792 derajat celsius. Gara-gara panasnya itulah warga mengasosiasikannya dengan tempat panas sesuai konsep neraka yang mereka yakini, lalu menyebutnya sebagai 'gerbang neraka'.

Namun, tentu saja, Hu punya penjelasan ilmiah."Panas di dalam lubang itu amat mungkin disebabkan pembakaran batu bara secara spontan," terangnya.

Penyelia Biro Teknik Kebakaran Meitian di Xinjiang, Chen Long, menyebut panas di dalam lubang itu bermuasal dari pertambangan primitif dan teknik pemadaman yang tidak tepat.

"Para operator tidak menutup tambang dengan baik saat pertambangan ditutup. Inilah yang menyebabkan kebakaran terjadi di bawah permukaan tanah hingga muncul ke permukaan," jelas Chen.

Wilayah itu, kata pakar pertambangan Cao Hanwen, memang merupakan tambang batu bara pada era 1970-an.

"Sejumlah lubang serupa juga pernah didokumentasikan selama beberapa tahun belakangan." Setelah mendapatkan penjelasan ilmiah dari para pakar, warga boleh bernapas lega dengan menyadari itu bukanlah gerbang sungguhan menuju neraka. Pemerintah setempat pun langsung menginstruksikan agar 'gerbang neraka' itu diuruk sehingga tertutup. Pasalnya, asap yang membubung dari lubang itu membahayakan warga, terutama para pekerja yang sehari-hari berada di sana. Cao mengingatkan mungkin bakal ada lubang-lubang serupa yang menganga kelak. (News.com.au/Daily Mail/I-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya