TERDAKWA pelaku pengeboman maraton Boston, Dzhokhar Tsarnaev, menghadapi tuntutan hukuman mati. Pada Rabu (8/4) waktu setempat, juri pengadilan dengan suara bulat, menyatakan Dzhokhar bersalah dalam serangan terburuk di Amerika Serikat (AS) sejak peristiwa 9/11 tersebut.
Insiden bom maraton Boston dilakukan dua bersaudara, Dzhokhar Tsarnaev, 21, dan Tamerlan Tsarnaev, 26. Dzhokhar ditangkap hidup-hidup, sedangkan kakaknya tewas ditembak polisi. Dalam serangan bom di garis finis lomba maraton itu, tiga orang tewas dan setidaknya 260 orang terluka.
Pengacara pelaku mengakui kliennya memainkan peran dalam serangan tersebut. Namun sang kakak, Tamerlan Tsarnaev, disebut-sebut sebagai otak pendorong aksi pengeboman.
Ketua tim pengacara terdakwa, Judy Clarke, dikenal sebagai spesialis dalam membela terdakwa superpenting yang menghadapi hukuman mati, termasuk pembunuh berantai yang dikenal dengan sebutan 'Unabomber', Theodore John 'Ted' Kaczynski.
Keyakinan bahwa Tsarnaev benar-benar bersalah dalam kasus itu memang tinggi. Pada tahap persidangan berikutnya, tim kuasa hukum bakal berjuang sekuat tenaga agar terdakwa diberikan hukuman penjara seumur hidup, bukan vonis hukuman mati.
Juri pengadilan menghabiskan waktu setengah hari untuk memastikan mantan mahasiswa berusia 21 tahun itu bersalah atas 30 dakwaan yang terkait dengan tragedi 15 April 2013. Dakwaannya meliputi pembunuhan seorang perwira polisi, pembajakan mobil, dan tembak-menembak.
Selama persidangan, imigran muslim keturunan Chechnya yang menjadi warga negara AS pada 2012, itu berdiri mengenakan blazer gelap. Dia tampak kadang-kadang gelisah dan memasukkan satu tangan ke dalam saku celananya ketika petugas membacakan putusan.
Jika Tsarnaev berhasil lolos dari vonis mati, dia akan menghadapi hukuman penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat. Putusan final pengadilan yang akan menentukan nasibnya mungkin digelar pekan depan.
Korban berterima kasih Para korban yang selamat, termasuk Bill Richard, yaitu orangtua dari bocah delapan tahun Martin Richard yang tewas dalam serangan, berdesakan dalam ruangan persidangan untuk mendengar putusan hakim.
Proses persidangan mendapat penjagaan yang ketat dari aparat keamanan yang berjaga sekitar kompleks pengadilan, tanpa memedulikan hawa angin dan hujan salju yang menggigit.
Para korban yang bernasib baik itu menyambut putusan dan mengucapkan terima kasih kepada juri yang memimpin persidangan. Para korban yang selamat itu telah memberikan sejumlah kesaksian memilukan.
"Kami bersyukur bahwa Dzhokhar Tsarnaev akan bertanggung jawab atas kejahatan yang berdampak begitu banyak pada keluarganya," kata seorang anggota keluarga Sean Collier, perwira polisi yang dibunuh terdakwa. (AFP/BBC/AP/I-3)