Taiwan Siap Bantu Dunia Capai Landasan Kesehatan Universal 2030

Mediaindonesia.com
03/5/2019 21:30
Taiwan Siap Bantu Dunia Capai Landasan Kesehatan Universal 2030
Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan, Shih-Chung Chen.(AFP PHOTO / Fabrice COFFRINI)

MAJELIS Kesehatan Dunia (WHA) akan diadakan di Jenewa, Swiss, pada 20-28 Mei 2019. Demi berpartisipasi di WHA, Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan, Shih-Chung Chen menulis artikel untuk memperkenalkan keberhasilan sistem asuransi kesehatan Taiwan, belum lama ini.

Dengan artikel itu, ia berharap dapat berbagi dengan negara lain untuk mencapai Landasan Kesehatan Universal (Universal Health Coverage), selain  juga menyerukan masyarakat internasional untuk berpartisipasi dalam mendukung Taiwan di WHA dan WHO.

Menteri Chen menyatakan, tahun ini menandai ulang tahun ke-24 pelaksanaan Landasan Kesehatan Universal/Universal Health Coverage (UHC) Taiwan, semenjak Taiwan menerapkan Asuransi Kesehatan Nasional. Sistem Asuransi Kesehatan Nasional Taiwan mencakup secara lengkap atas layanan kesehatan yang berkualitas tinggi, dari pencegahan dan pengobatan sampai rehabilitasi dan cakupan perawatan paliatif yang komprehensif.

"Sistem asuransi kesehatan Taiwan ini dianggap sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Penerapan NHI (Asuransi Kesehatan Nasional) Taiwan berada di peringkat-14 untuk Global Access to Healhtcare Index 2017 di majalah The Economist, dan urutan ke 9 untuk Healthcare Efficiency Index tahun 2018 di majalah Bloomberg Finance," kata Chen dalam artikelnya yang diterima redaksi mediaindonesia.com, Jumat (3/5).

Ia juga menyebutkan, penyediaan layanan kesehatan primer dan tindakan pencegahan terkait adalah pendekatan yang paling hemat biaya untuk mencapai landasan kesehatan universal. Sejak menerapkan asuransi kesehatan, Taiwan telah mengembangkan alat yang memanfaatkan kecerdasan buatan dan komputasi awan (cloud computing) untuk mengakses basis data besar yang telah dibangun lebih dari 24 tahun.

Misalnya, sistem MediCloud diluncurkan untuk memungkinkan penyedia layanan kesehatan untuk menanyakan catatan medis pasien dalam sistem NHI secara bersamaan, sementara sistem PharmaCloud memberikan informasi obat resep pasien kepada dokter dan apoteker.


Baca juga: Puluhan Orang Terinfeksi HIV, Dokter di Pakistan Ditangkap


Saat ini, melalui fasilitas cloud digital, penyedia perawatan primer berbasis komunitas di Taiwan dapat mengambil laporan hasil pemeriksaan pasien, termasuk CT scan, MRI, ultrasound, gastroskopi, kolonoskopi, dan sinar-X dari rumah sakit besar serta menerima informasi resep.

Menteri Chen juga mengatakan, selama ini, Taiwan secara aktif berupaya untuk berbagi pengalaman penting dalam reformasi layanan kesehatan kelas dunia. Sayangnya, hambatan politik telah merampas keinginan Taiwan untuk berpartisipasi dan berkontribusi pada Majelis Kesehatan Dunia - badan pembuat keputusan dari WHO.

Dalam dua tahun terakhir, WHO telah menolak delegasi Taiwan, yang mewakili 23 juta warga yang cinta demokrasi dan kedamaian untuk bisa partisipasi dalam Majelis Kesehatan Dunia.

Meski demikian, Taiwan tetap berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama kesehatan regional dan global, berbagi pengalaman dan kapasitasnya dalam reformasi layanan kesehatan, membantu negara-negara yang membutuhkan untuk mencapai tujuan Landasan Kesehatan Universal pada 2030.

"Kami mendesak WHO untuk menanggapi dengan bijak atas seruan luas dukungan komunitas internasional untuk keikutsertaan Taiwan ke dalam Majelis Kesehatan Dunia, baik dalam pertemuan teknis, mekanisme, dan kegiatan terkait. WHO harus mematuhi konstitusi semangat piagam WHO yaitu merangkul secara inklusif dan secara luas ikut berpartisipasi. Taiwan adalah mitra yang layak dan dapat diandalkan untuk membantu negara-negara di seluruh dunia, demi mencapai tujuan bermakna dari Landasan Kesehatan Universal pada 2030," pungkas Chen. (RO/OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya