Perampok Curi Perhiasan Senilai Rp3,9 Triliun

AFP/Hym/I-2
09/4/2015 00:00
Perampok Curi Perhiasan Senilai Rp3,9 Triliun
()
KEPOLISIAN Inggris, kemarin, memburu sebuah geng yang mencuri 300 kotak penyimpanan berisi berlian dan permata di distrik bisnis perhiasan utama Kota London.

Dengan estimasi kerugian senilai 200 juta pound sterling (sekitar Rp3,9 triliun), media lokal menyebut aksi geng itu sebagai aksi pencurian terbesar di tanah Inggris.

Aparat menduga aksi pencurian yang tergolong superberani itu berlangsung selama akhir pekan Paskah yang panjang, sejak Jumat (3/4) hingga Minggu (5/4).

Polisi mengaku bahwa mereka baru dipanggil ke sebuah alamat di Hatton Garden, di pusat Kota London, pada Selasa (7/4) pukul 08.10 waktu setempat atau 15.10 WIB.

"Tampaknya alat pemotong berat digunakan untuk masuk ke sebuah lemari besi di lokasi dan sejumlah kotak penyimpanan dirusak," kata Kepolisian Metropolitan London.

Surat kabar Daily Telegraph melaporkan para pencuri leluasa ber-aksi karena berhasil menonaktifkan sistem alarm canggih yang terpasang di gedung tersebut. Stasiun televisi Sky News mengatakan ada sekitar 600 kotak penyimpanan di lemari besi tersebut.

Menurut surat kabar The Sun, geng pencuri membuat terowongan sebagai akses mereka melalui salah satu dinding untuk mengakses lift di gedung Hatton Garden Safe Deposit Ltd pada Jumat (3/4) ketika aktivitas bisnis ditutup.

Situs daring Daily Mail mengungkapkan sebuah sinyal peringatan berbunyi di Hatton Gardens Safe Deposit Ltd pada Jumat (3/4), sekitar waktu sekawanan pencuri diperkirakan masuk ke lemari besi untuk melakukan aksi mereka.

Akan tetapi, penjaga keamanan yang bertugas memeriksa alarm mengatakan dia tidak dibayar cukup 'untuk masuk dan memastikan semuanya baik-baik saja'.

Norman Bean, pelanggan yang menyimpan perhiasan senilai sekitar 35 ribu pound sterling, mengatakan, "Saya datang berbicara dengan seorang penjaga keamanan. Dia mengatakan berada di lokasi pada Jumat saat alarm berbunyi.

""Dia (penjaga keamanan) turun, melihat melalui pintu, melalui jendela, dan tidak melihat apa-apa dan keluar lagi. Aku berkata, 'kenapa kamu tidak membuka dan melihat ke dalam?' Dia bilang, dia tidak dibayar cukup.

"Pihak perusahaan menyebutkan di situs resminya bahwa perusahaan itu didirikan pada 1954 dan merupakan salah satu tempat pertama di Inggris yang menawarkan jasa safety deposit box.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya