Tiongkok Didera Kecelakaan Industri Terbesar

Denny Parsaulian Sinaga
23/3/2019 04:50
Tiongkok Didera Kecelakaan Industri Terbesar
(Presiden Tiongkok Xi Jinping -- Tiziana FABI / AFP)

PRESIDEN Tiongkok Xi Jinping, kemarin, memerintahkan pemerintah setempat untuk mencegah lebih banyak bencana industri setelah insiden ledakan pabrik kimia di Kota Yancheng. Ledakan pabrik kimia itu menewaskan 47 orang dan melukai ratusan orang serta meratakan sebuah kompleks industri.

Ledakan yang terjadi pada Kamis (21/3) di Provinsi Jiang-su itu merupakan salah satu bencana industri terburuk yang menimpa Tiongkok. Presiden Xi mengakui bahwa ne-gara itu telah mengalami banyak kecelakaan besar dalam beberapa tahun terakhir.

Xi, yang sedang dalam kunjungan kenegaraan ke Italia, mendesak agar dilakukan ­upaya habis-habisan untuk menyelamatkan mereka yang terjebak dan mengidentifikasi penyebab kecelakaan secepat mungkin. “Dewan Negara, kabinet Tiongkok, telah membentuk tim untuk menyelidiki ledakan itu,” kata media pemerintah.

Ledakan itu meratakan bebe-rapa bangunan di kawasan industri dan menyebabkan kebakaran besar yang terjadi sepanjang malam. Sementara itu, para petugas penolong bergegas mencari orang-orang yang selamat di reruntuhan pabrik.

“Lebih dari 600 orang mendapat perawatan medis setelah ledakan itu,” kata pemerintah kota itu di akun resmi Weibo. Di antara mereka, setidaknya 90 terluka parah. Sebanyak ratusan petugas penyelamat telah dikirim ke lokasi kejadian dan sekitar 4.000 orang berhasil dievakuasi dari lokasi ledakan.

Ditahan

Sementara itu, otoritas setempat yang sedang menyelidiki penyebab kecelakaan mengatakan, kemarin, sejumlah orang telah dibawa ke ru-mah tahanan polisi.

Terkait dengan fasilitas yang mengalami ledakan, diketahui milik Tianjiayi Chemical, yaitu sebuah perusahaan yang mempekerjakan 195 karya­wan. Perusahaan itu  didirikan pada 2007 dan sebagian besar produksinya ialah bahan-ba-han kimia, termasuk anisole yang dikenal sebagai senyawa yang sangat mudah terbakar.

Menurut catatan Biro Lingkungan dan Ekologi Kota Yancheng, Tianjiayi Chemical memiliki catatan sejarah terkait dengan pelanggaran per-aturan lingkungan. Pada 2015 dan 2017, perusahaan itu pernah didenda karena melanggar aturan tentang pengelolaan limbah padat dan air.

Pascaledakan, sejumlah warga mengatakan kepada AFP bahwa mereka mengkhawatirkan polusi akibat kecelakaan industri itu. “Kami tidak punya air minum di sini,” kata seorang perempuan berusia 60 tahun bermarga Xiang. “Mengapa pemerintah belum mengirimkan air untuk kami?”

Menurut laporan yang dirilis, kemarin, oleh Departemen Ekologi dan Lingkungan Provinsi Jiangsu, beberapa sungai di dekat lokasi ledakan telah terkontaminasi bahan kimia, termasuk kloroform dan diklorometana.

Kekuatan ledakan telah memicu gempa kecil dan mengempaskan jendela dan pintu garasi sejumlah bangun­an sejauh empat kilometer dari lokasi ledakan. Di jalan tempat Xiang tinggal, semua jendela rumah-rumah berlantai dua, hampir terlepas.

Saat warga membersihkan jalan di lingkungan mereka, bantuan pemerintah belum turun. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya