Keperkasaan Teknologi Menggusur Pasar Kami

(Southchinamorningpost/Tesa Oktiana Surbakti/I-2)
21/3/2019 07:40
 Keperkasaan Teknologi Menggusur Pasar Kami
(DOK ZHONGDA INDUSTRIES)

DALAM sebuah bangunan perumahan sempit dan gelap di Lujiang, sebuah desa di selatan Guangzhou, Li Hua dan pekerja perempuan lainnya menjahit manik-manik dan wajik plastik untuk rok.

Pikiran mereka dibayangi kekhawatiran tentang masa depan ruang kerja yang semakin suram dan tenggelam. Di sana mereka hidup dan mencari nafkah selama bertahun-tahun.

Pasar kain grosir Zhongda sedang mengalami kesulitan di tengah rencana pemerintah Tiongkok membangun sentra untuk pengembangan teknologi tinggi. Hal itu terjadi karena pemerintah Tiongkok telah menetapkan industri inovatif sebagai prioritas.

Ribuan bengkel pengolahan berskala kecil ataupun pabrik, yang berlokasi di hamparan pasar yang luas, mungkin akan dirobohkan dan direlokasi. Selanjutnya, pasar itu akan berubah menjadi penanda keajaiban ekonomi 'Negeri Tirai Bambu' yang mengubah wajah provinsi dan negara itu selama 40 tahun terakhir.

Itulah simbol transformasi Tiongkok, yakni dari industri padat karya tradisional bergeser ke arah industri mutakhir berteknologi tinggi. Dalam perspektif lain, nasib pasar Zhongda menjadi cermin bergulirnya pergerakan urbanisasi yang cepat di negara itu.

Kini pasar grosir semakin dinilai merusak pemandangan kota, bukan lagi sebagai aset yang harus dilestarikan. Di Beijing, pemerintah setempat bahkan telah menutup banyak pasar grosir, termasuk pasar pakaian Kebun Binatang Beijing yang ikonik.

Tujuannya mengurangi kemacetan lalu lintas dan menghentikan bisnis kalangan kelas bawah. Padahal, pasar Zhongda sudah menjadi sandaran hidup bagi 100 ribu orang.

Banyak pabrik kecil berdiri di wilayah tersebut. Namun, pemerintah kota memandang pemanfaatan lahan sebaiknya dialokasikan untuk gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, tempat tinggal, dan taman berteknologi tinggi.

Transformasi

Proses transformasi akan mempercepat pelaksanaan 'Greater Bay Area', yang mengubah wajah Guangzhou dan delapan kota lainnya di Guangdong, ditambah Hong Kong dan Makau.

Sejumlah wilayah perlahan berubah menjadi area metropolitan besar yang fokus pada pengembangan teknologi tinggi pada sektor industri dan keuangan.

Pada akhir 1980-an, ketika industri manufaktur berkembang pesat di sekitar delta Sungai Pearl dengan dorongan investor asal Hong Kong, Makau dan Taiwan, sekelompok pedagang pindah ke kawasan sepi di Distrik Haizhu, Guangzhou.

Di lokasi baru, mereka mulai berdagang kain. Saat ini pasar Zhongda tercatat sebagai yang terbesar untuk jenisnya di Tiongkok.

Pasar itu menaungi 30 ribu pabrik garmen berskala kecil dan menengah di seluruh Guangdong, ataupun provinsi tetangga.

Pasar Zhongda sebenarnya merupakan gabungan dari 50 pasar kecil dan besar yang terletak di kawasan seluas lima kilometer persegi atau satu setengah kali ukuran Central Park New York.

Jumlah pedagang di pasar itu mencapai 20 ribu dengan karyawan sebanyak 100 ribu orang. Bagaimanapun jejak pasar itu sudah meluas ke daerah sekitar yang disukai para pelanggan domestik dan asing. (Southchinamorningpost/Tesa Oktiana Surbakti/I-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya