30 Tahun Berkuasa, Presiden Kazakhstan Mundur

(AFP/Tes/I-2)
21/3/2019 07:20
    30 Tahun Berkuasa, Presiden Kazakhstan Mundur
( (Photo by ILYAS OMAROV / AFP))

NURSULTAN Nazarbayev, politikus kelas kawakan era Soviet yang menjadi Presiden Kazakhstan, mengundurkan diri setelah berkuasa hampir 30 tahun.

"Saya memutuskan untuk mengakhiri tugas sebagai presiden," ujar autokrat berusia 78 tahun itu. Dia memimpin negara yang berbatasan dengan Rusia dan Tiongkok, yang populasinya tercatat sebanyak 18 juta jiwa. Keputusan Nazarbayev diumumkan dalam pidato yang disiarkan televisi lokal, setelah menandatangani surat pengunduran diri.

Lebih lanjut, dia menyatakan masih memimpin partai politik Nur Otan yang berkuasa. Dia juga menjabat sebagai ketua seumur hidup Dewan Keamanan Kazakhstan. Dalam hal ini, dia mempertahankan posisi kunci arena kekuasaan yang tidak memiliki oposisi politik kritis terhadap pemerintah.

"Ini adalah langkah ketimuran yang menarik. Terjadi sebuah tontonan politik. Secara formal, Nazarbayev bukan presiden, tetapi dia berada pada puncak kepemimpinan," ujar analis politik berbasis di Almaty, Dosym Satpayev.

Nazarbayev mengatakan Ketua Senat dan mantan Perdana Menteri (PM), Kassym-Jomart Tokayev, akan menjadi presiden sementara sampai pemilihan presiden berlangsung. Masa jabatan kelima Nazarbayev akan berakhir pada April 2019.

Secara terpisah, pengamat Asia Tengah lainnya memandang Tokayev, mantan diplomat yang menjabat sebagai PM Kazakhstan periode 199-2002, dinilai mampu melanjutkan estafet kepemimpinan.

"Tidak ada yang bisa memerintah Kazakshtan lebih baik daripada Tokayev. Dia adalah sosok diplomat berpengalaman," ujar analis politik, Daniil Kislov.

Tokayev berasal dari Penatua Zhuz, sebuah konfederasi suku besar di Kazakhstan Selatan, yang menjadi afiliasi berpengaruh terhadap dunia politik dan sosial.

Sementara itu, setelah dilantik menjadi Presiden Kazakhstan, Tokayev mengusulkan penggantian nama ibu kota negara untuk menghormati mantan pemimpin Nazarbayev.

"Saya mengusulkan nama ibu kota Astana diganti menjadi Nursultan. Itu untuk menghormati presiden pertama Kazakhstan. Pandangan Nazarbayev akan menjadi istimewa, bahkan prioritas. Peranannya penting dalam pengembangan dan pengadopsian keputusan strategis," terangnya.

Sebelumnya, Tokayev menjalani karier sebagai diplomat dan Ketua Senat Kazakhstan. Dia dipilih sebagai presiden sementara sampai pemilihan umum presiden berlangsung tahun depan.

Keputusan Nazarbayev yang diumumkan melalui pidato dalam siaran televisi, mengejutkan banyak pihak. Tokayev pun menjadi presiden kedua sepanjang sejarah kemerdekaan Kazakhstan. Kemarin, saat pelantikan Tokayev, Nazarbayev mendapat sambutan tepuk tangan meriah dari para pejabat tinggi. (AFP/Tes/I-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya