Yunani Siap Bayar Utang ke IMF

MI/AFP/IMF.org/I-3
07/4/2015 00:00
Yunani Siap Bayar Utang ke IMF
(AP Photo/Petros Giannakouris)
YUNANI sepakat akan membayar utangnya kepada institusi Dana Moneter Internasional (IMF) pada Kamis (9/4). Demikian disampaikan Direktur IMF Christine Lagarde setelah melakukan pertemuan dengan Menteri Keuangan Yunani Yanis Varoufakis pada Minggu (5/4) di Washington, Amerika Serikat (AS). "Menteri Varoufakis dan saya telah bertukar pandang-an seputar perkembangan terakhir dan kami berdua sepakat menjalin kerja sama yang efektif demi kepentingan bersama. Saya menerima konfirmasi dari Menteri Varoufakis bahwa pembayaran kepada IMF akan dilakukan pada 9 April mendatang," kata Lagarde seusai pertemuan.

Lagarde juga menyatakan apresiasi pada komitmen Yunani. "Saya tegaskan kembali bahwa IMF tetap berkomitmen untuk terus bekerja bersama pihak-pihak demi membantu Yunani kembali pada jalur pertumbuhan dan ketenaga-kerjaan," lanjut Lagarde. Sebelum pertemuan dilakukan, spekulasi yang beredar menyebut Athena mungkin gagal membayar angsuran IMF sebesar US$501 juta jika dipaksa harus memilih antara membayar IMF dan membayar gaji pegawai pemerintah. Yunani pun belum menerima paket dana bantuan dari Uni Eropa dan IMF sejumlah 240 miliar euro karena Brussels mensyaratkan rencana reformasi ekonomi Yunani harus disetujui lebih dulu.

Pada Sabtu (4/4), Menteri Keuangan Junior Dimitris Mardas memastikan Yunani punya dana yang dibutuhkan untuk membayar IMF. "Pembayaran kepada IMF akan dilakukan pada 9 April. Dana pun tersedia untuk pembayaran gaji, pensiun, semua yang dibutuhkan pada pekan depan," kata Mardas kepada stasiun televisi Mega TV. Tahap berikutnya yang tengah dinanti Athena ialah pertemuan Euro Working Gorup, yang diharapkan memberi keringanan dari kreditor-kreditor Yunani. Wakil-wakil menteri keuangan di zona euro dijadwalkan mengadakan pertemuan pada Rabu (8/4) dan Kamis (9/4) yang bertujuan mewujudkan kesepakatan pada daftar reformasi ekonomi Yunani.

Curiga
Ketegangan antara Brussels dan Athena rupanya belum sirna. Menteri Energi Yunani Panagiotis Lafazanis yang memimpin sayap kiri Partai Syriza yang berkuasa menuding mitra-mitra Eropa terganggu karena harus bekerja sama dengan pemerintahan Yunani yang termasuk berideologi kiri radikal. Kepada surat kabar Agora, Lafazanis mengungkapkan, "Institusi-institusi Eropa, terutama Jerman, memperlakukan pemerintah kami dengan kecurigaan dan doktrin. Negara kami seakan dianggap sebagai negara jajahan.

"Lafazanis juga menuding, "Mereka itu tidak tertarik pada konten proposal kami. Mereka hanya terganggu karena proposal dari kami itu bersumber dari pemerintahan yang dipimpin partai kiri radikal. Mereka kelabakan. "Sementara itu, Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras dilaporkan tengah menggencarkan pendekatan dengan Rusia. Dia dijadwalkan melakukan kunjungan ke Rusia pada Mei mendatang untuk menghadiri parade peringatan Hari Kemenangan. Selain itu, dia pun diagendakan pergi ke Moskow pada Rabu (8/4) untuk melakukan pembicaraan 'kejutan' dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Bukan rahasia lagi Tsipras yang mantan pengikut partai komunis tengah berupaya menjalin relasi lebih mesra dengan Rusia bersamaan dengan perseteruan Moskow dengan Eropa dan Barat soal konflik Ukraina.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya