Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM 10 hari sejak serangan teroris di masjid kembar di Christchurch, pemerintah Selandia Baru akan mengumumkan reformasi undang-undang (UU) senjata. Rapat kabinet sudah menyetujui reformasi UU senjata tersebut.
"Saya ingin menjelaskan perincian lebih lanjut dari keputusan ini kepada media dan publik sebelum kabinet bertemu lagi Senin depan. Dalam waktu 10 hari sejak serangan teroris yang mengerikan, kami akan mengumumkan reformasi yang diyakini membuat masyarakat lebih aman," ujar Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, dalam konferensi pers, kemarin.
Ia juga mengungkapkan penyelidikan terhadap serangan pada Jumat lalu yang menewaskan 50 orang itu menimbulkan pertanyaan besar. Bagaimana pria bersenjata, seorang supremasi berkulit putih, tidak terendus agen-agen intelijen. Ardern juga memaparkan senjata api yang digunakan dalam serangan dibeli secara legal.
Serangan di Christchurch, yang disebut Ardern sebagai terorisme, merupakan penembakan massal terparah di Selandia Baru. Pelaku penembakan, Brenton Tarrant, 28, akan disidang kembali pada 5 April mendatang. Warga Australia itu berpotensi mendapat lebih banyak dakwaan, selain pembunuhan.
"Kami membutuhkan waktu 72 jam untuk membuat keputusan. Dalam hal ini, kabinet menyatukan suara," imbuh Ardern yang didampingi Wakil PM Selandia Baru, Winston Peters.
Di sisi lain, petugas kepolisian antiterorisme Australia menggeledah dua rumah, yakni di Sandy Beach dan Lawrence, New South Wales. Kedua wilayah itu dekat dengan Grafton, kota tempat tumbuh kembang Brenton. "Kami berupaya mencari bukti resmi yang dapat membantu penyelidikan kepolisian Selandia Baru," bunyi pernyataan resmi kepolisian Australia.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, mengatakan pihaknya dan Kedubes Selandia Baru di Jakarta mengatakan akan membantu memfasilitasi keluarga Muhammad Abdul Hamid alias Lilik Abdul Hamid, 58, WNI yang meninggal dunia akibat serangan teror di Masjid Al Noor, untuk memberikan penghormatan terakhir secara langsung kepada almarhum di Selandia Baru.
Lilik selama 16 tahun menetap di Christchurch dan bekerja sebagai insinyur perawatan pesawat di maskapai Air New Zealand. (Channelnewsasia/AFP/Ant/Tes/X-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved