Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN Malaysia menangkap sembilan orang tersangka terkait dengan pembuangan limbah kimia ilegal di Sungai Kim Kim. Peristiwa itu menyebabkan sejumlah kasus keracunan di wilayah Pasir Gudang, negara bagian Johor, Malaysia.
Dua tersangka ditangkap di Johor Bahru, sedangkan tujuh lainnya ditangkap di luar Johor Bahru. "Kami belum bisa mengungkapkan usia mereka dan di mana mereka ditahan karena dapat memengaruhi penyelidikan kasus ini," ujar Kepala Polisi Mohamad Fuzi Harun.
"Kesembilan tersangka akan diinterogasi selama enam hari," imbuhnya.
Lebih lanjut, Harun mengatakan penyelidikan kasus mengacu Undang-Undang Pidana Pasal 278, 684, dan 326. Mereka terancam hukuman lima tahun penjara jika terbukti melanggar undang-undang perlindungan lingkungan.
Seperti diketahui, Sekolah Kebangsaan Taman Pasar Putih dan Sekolah Menengah Kebangsaan Pasir Putih, menjadi dua sekolah yang pertama kali ditutup per 7 Maret.
Langkah itu diambil setelah beberapa siswa dan karyawan sekolah menghirup asap beracun, dari Sungai Kim Kim yang tercemar bahan kimia.
Kasus keracunan kembali terjadi setelah kedua sekolah dibuka pada 11 Maret. Kementerian Pendidikan Malaysia akhirnya memutuskan menutup 111 sekolah di sekitar Pasir Gudang.
Saat krisis polusi memuncak, lebih dari 2.700 terdampak asap beracun. Pada Minggu lalu, 29 orang dirawat di rumah sakit, atau turun dari hari sebelumnya yang mencapai 120 orang.
Ketua Komite Kesehatan, Lingkungan, dan Pertanian Johor, Sahruddin Jamanl, mengungkapkan empat orang masih berada di unit perawatan intensif. Kondisi mereka dilaporkan stabil.
Sahruddin menjelaskan sebanyak 30 tim dari sejumlah kementerian, mencakup Kementerian Energi, Kementerian Ilmu Pengetahuan, dan Kementerian Lingkungan, dikerahkan untuk memantau kualitas udara di 42 sekolah. Puluhan sekolah berada dalam radius 5-9 kilometer (km) dari Sungai Kim Kim.
Detektor gas portabel akan digunakan tim pemantau guna memastikan kualitas udara aman. "Lima parameter yang dicermati ialah oksigen, karbon monoksida, batas paparan rendah, senyawa organik yang mudah menguap dan hidrogen sulfida," urai Sahruddin. Otoritas berwenang menyatakan upaya pembersihan bentangan sungai sepanjang 1,5 km telah rampung.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Malaysia, Maszlee Malik, mengatakan seluruh sekolah di Pasir Gudang ditutup sementara waktu sampai 30 Maret.
Keputusan itu dibuat setelah mempertimbangkan saran dari otoritas berwenang dan para ahli.
"Setelah rapat pengarahan, kami memutuskan sejumlah sekolah harus ditutup. Keputusan itu diambil sebagai tindakan pencegahan," ujar Malik.
Pemerintah akan memutuskan pembukaan operasional sekolah setelah jeda tengah semester. "Fokus utama kami ialah keselamatan dan kesehatan siswa serta karyawan sekolah," lanjut dia.
Di negara bagian Johor, jeda istirahat jangka menengah dijadwalkan 22-30 Maret.
Militer telah dikerahkan bersama para ahli limbah berbahaya, mengenakan pakaian pelindung dan topeng, untuk menanggapi keadaan darurat dan membersihkan sungai di dekat kota industri Pasir Gudang. (Channelnewsasia/Tes/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved