Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RUSIA pada Senin (18/3) menandai ulang tahun kelima pencaplokannya atas Krimea dari Ukraina. Pancaplokan ini sebuah langkah yang dikutuk Kiev dan sekutu Baratnya, tetapi dirayakan sebagian besar orang Rusia.
"Presiden Vladimir Putin akan mengambil bagian dalam perayaan di Semenanjung Laut Hitam itu dengan meluncurkan pembangkit tenaga listrik dan bertemu dengan anggota masyarakat," kata Kremlin.
Moskow mengambil alih Krimea pada Maret 2014 setelah berbulan-bulan ketegangan dengan Kiev menyusul pemecatan pemimpin pro-Rusia.
Rusia mengatakan, dia meluruskan kesalahan bersejarah. Pemimpin Soviet Nikita Khrushchev telah memindahkan Krimea ke kendali Ukraina pada 1954 dan langkah mengembalikan Krimea ke Rusia menghasilkan dorongan besar bagi popularitas Putin.
Namun, pengambilalihan itu dikecam Kiev dan Barat sebagai aneksasi, juga termasuk memberi dukungan untuk pasukan separatis di timur Ukraina.
Di Rusia, 18 Maret secara resmi dinyatakan sebagai Hari Reunifikasi Krimea dengan Rusia dan dirayakan dengan berbagai acara di seluruh negeri.
Moskow menyelenggarakan festival jalanan yang disebut Musim Semi Krimea dengan mengadakan konser jazz, lomba memasak, dan pameran fotografi.
Hingga 10 ribu orang diperkirakan akan mengambil bagian dalam flash mob di wilayah Moskow pada Senin. Mereka akan menari dengan lagu era Soviet berjudul Waltz of Sevastopol. Ratusan orang diperkirakan akan berpartisipasi dalam flash mob lain yang menancapkan kembali bendera Rusia di resor tepi laut Krimea, Yalta.
Putin menandatangani perjanjian pada 18 Maret 2014 dengan perwakilan lokal untuk menjadikan Krimea bagian dari Rusia. Itu dua hari setelah referendum yang dikecam Kiev dan Barat sebagai tidak sah.
"Ada pemahaman yang berkembang di dunia bahwa Krimea ialah bagian dari Rusia dan akan selamanya," tulis Ketua Majelis Tinggi Parlemen Rusia, Valentina Matviyenko, dalam kolom surat kabar Izvestia.
Menurut survei Centre for Public Opinion (FOM) pada Maret, hanya 39% orang Rusia yang percaya aneksasi tersebut membawa Rusia ke arah lebih baik. (AFP/Yan/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved