Listrik Mulai Pulih Maduro Lakukan Restrukturisasi

(Channelnewsasia/Tes/I-1)
19/3/2019 05:00
 Listrik Mulai Pulih Maduro Lakukan Restrukturisasi
(AFP Venezuelan Presidency)

PRESIDEN Venezuela, Nicolas Maduro, tengah merencanakan restrukturisasi mendalam bagi pemerintahannya. Hal itu diungkapkan Wakil Presiden, Delcy Rodriguez, ketika krisis energi listrik Venezuela perlahan pulih di tengah perebutan kekuasaan dengan oposisi.

"Presiden @NicolasMaduro meminta seluruh kabinet eksekutif untuk meninjau ulang kinerja mereka, sebagai upaya restrukturisasi mendalam. Langkah ini untuk melindungi tanah air Bolivar dan Chavez dari ancaman apa pun," bunyi cicitan Rodriguez dalam akun Twitter-nya, merujuk kepemimpinan Simon Bolivar dan mantan Presiden Venezuela, Hugo Chavez.

Kemungkinan terjadi perombakan kabinet setelah negara anggota OPEC dilanda pemadaman listrik selama sepekan.

Venezuela mengalami krisis ekonomi berkepanjangan yang ditandai hiperinflasi, termasuk kekurangan suplai pangan dan obat-obatan. Situasi krisis mendorong gelombang migrasi jutaan warga Venezuela.

Maduro menuding AS beserta oposisi domestik melakukan serangan siber dan sabotase yang menyebabkan krisis energi listrik. Namun, ahli energi setempat menilai faktor penyebab pemadaman listrik massal bersumber dari minimnya pemeliharaan pembangkit dan jaringan listrik negara.

Kubu oposisi yang dipimpin Juan Guaido, telah mendeklarasikan diri sebagai presiden interim. Langkah itu menambah tantangan kepemimpinan Maduro, yang disinyalir melakukan kecurangan dalam pemilihan umum (pemilu) 2015. Sebagian besar negara Barat termasuk AS, mengakui Guaido sebagai pemimpin Venezuela yang sah.

Rombak perusahaan listrik

Sejak menjabat pada 2013, Maduro berulang kali merombak anggota kabinetnya. Dia bahkan melantik sejumlah anggota militer untuk memimpin kementerian perminyakan, kementerian dalam negeri dan kementerian tenaga listrik.

Dalam kunjungan kerja ke pembangkit listrik di negara bagian Bolivar selatan, Maduro berjanji melakukan restrukturisasi perusahaan listrik negara, Corpoelec. Dia pun berencana membentuk unit khusus dari angkatan bersenjata, yang bertujuan melindungi infrastruktur utama dari serangan siber.

Pemadaman yang terjadi sejak pekan lalu dinilai sebagai pemadaman terburuk yang pernah terjadi di Venezuela.

Pemadaman ini terjadi setelah masalah teknis yang dinilai pemerintah Presiden Nicolas Maduro sebagai bentuk tindakan sabotase yang didukung Amerika Serikat (AS).

Kelompok-kelompok hak asasi manusia Provea dan Observatorium Sosial Konflik Venezuela mengatakan tiga orang tewas di negara bagian Lara dan satu orang tewas di negara bagian Zulia.

Krisis di Venezuela semakin meningkat setelah Nicolas Maduro dinilai tak sanggup mengelola ekonomi negara dengan baik. (Channelnewsasia/Tes/I-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya