Menteri Keuangan Amerika Serikat Jacob Lew(AFP/JUSTIN SULLIVAN)
MENTERI Keuangan Amerika Serikat Jacob Lew, Selasa (31/3) lalu, menyatakan Washington telah siap menyambut Bank Investasi Infrastruktur Asia (AIIB) yang diinisiasi Tiongkok. Pernyataan itu bertolak belakang dengan respons awal Amerika Serikat (AS) saat AIIB pertama kali diperkenalkan.
Dalam pidato di San Francisco, Lew menegaskan AS akan mendukung semua bentuk bank internasional baru asalkan mereka mampu berperan sebagai pelengkap bagi beberapa institusi yang sudah ada, seperti Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF).
"Setiap bank baru harus memiliki komitmen dan kesungguhan yang kuat dalam menghadapi pemerintahan yang sangat beragam dan harus bisa membuat keputusan yang tepat dalam keadaan tertentu, serta harus meningkatkan standar peminjaman dan keamanan," ujar Lew.
Sebelum pernyataan Lew itu, AS merasa tidak senang dan khawatir Tiongkok dengan AIIB-nya akan mengganggu Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia (ADB), dua bank yang dipimpin AS dan Jepang yang telah eksis sejak lama.
Sepanjang beberapa minggu terakhir, negara-negara Eropa termasuk sekutu-sekutu erat AS telah menandatangani dan memberi dukungan kepada bank baru tersebut. Hal itu seakan memaksa AS mengubah sikap. Lew pun menyatakan AS dengan senang hati menyambut langkah yang diambil Tiongkok dengan bank barunya dan siap bekerja sama.
Jika AIIB bekerja sama dengan bank-bank lainnya yang telah ada untuk membantu mendanai proyek-proyek di wilayah Asia, hal tersebut tentu saja akan sangat membantu dan memberikan dampak positif bagi dunia.
Hampir 50 negara yang telah mendaftarkan diri dalam keanggotaan AIIB berharap bank baru pimpinan Tiongkok tersebut dapat membantu menyediakan dana untuk proyek-proyek infrastruktur yang belum terealisasi di beberapa negara di wilayah Asia. (AFP/Pra/I-1)