Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KECELAKAAN tragis pesawat Boeing 737 MAX 8 milik Ethiopian Airlines meninggalkan duka mendalam bagi Soumya Bhattacharya. Perempuan yang belum lama dinikahinya, Shikha Garg, menjadi salah satu penumpang yang tewas bersama ratusan orang lainnya.
Sebelum lepas landas, Garg sempat mengirimkan pesan singkat kepada Bhattacharya, dan berjanji segera menghubungi begitu sampai tujuan. Garg pergi ke Nairobi untuk menghadiri pertemuan tahunan Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dia mengikat janji pernikahan dengan Bhattacharya sekitar tiga bulan lalu.
Sang suami, Bhattacharya, seharusnya juga terbang bersama Garg ke Nairobi. Namun, dalam menit-menit terakhir terjadi perubahan. Bhattacharya memutuskan untuk tetap tinggal di New Delhi, India, karena ada pertemuan mendesak. Padahal, Bhattacharya sudah mengantongi tiket pesawat ke Nairobi.
"Aku sudah naik pesawat dan akan meneleponmu setelah mendarat," bunyi pesan singkat Garg kepada suaminya.
Belum sempat Bhattacharya membalas pesan sang istri, teleponnya berdering kencang. Seseorang memberikan informasi mengenai kecelakaan pesawat yang belum lama lepas landas dari Addis Ababa. Pasangan suami istri yang berdomisili di New Delhi sudah merencanakan liburan pasca-Garg kembali dari Nairobi.
Pada Senin waktu setempat, Menlu India, Sushma Swaraj, mengungkapkan tidak bisa menghubungi keluarga Garg. Pihaknya pun meminta bantuan melalui jejaring sosial Twitter. Tak lama kemudian, Swaraj berhasil menghubungi anggota keluarga Garg, serta tiga warga India yang tewas dalam kecelakaan pesawat di Ethiopia.
Garg merupakan konsultan Kementerian Lingkungan Hidup India. Dia berpartisipasi dalam negosiasi kesepakatan iklim Paris 2015.
Pesawat Boeing 737 MAX 8 dengan tujuan Nairobi, jatuh beberapa menit setelah lepas landas dari Addis Ababa, pada Minggu pagi. Total terdapat 157 penumpang termasuk awak pesawat yang memegang paspor dari 35 negara.
Ada belasan personel yang berafiliasi dengan PBB. Pesawat nahas itu berjenis sama dengan pesawat Lion Air Indonesia, yang jatuh pada Oktober lalu hingga menewaskan 189 penumpang dan awak.
Dua peristiwa kecelakaan Beoing 737 MAX 8 yang terjadi dalam beberapa bulan terkahir, mendorong otoritas dan maskapai penerbangan di seluruh dunia untuk menangguhkan operasi pesawat tipe itu.
Regulator India, Senin, memerintahkan pemeriksaan pemeliharaan tambahan pada pesawat Boeing 737 MAX 8, tetapi mengesampingkan segera mendaratnya armada.
Spicejet dan Jet Airways India mengoperasikan 17 pesawat. Jet, yang harus mendaratkan sebagian armadanya dalam beberapa pekan terakhir karena masalah keuangannya, mengatakan tidak ada satu pun pesawat Boeing 737 MAX-nya yang beroperasi. (AFP/Tesa Oktiana Surbakti/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved