Mirreyes, Penanda Masalah Zaman

Daily Mail/Macleans.ca/Wey/I-3
07/4/2015 00:00
Mirreyes, Penanda Masalah Zaman
(DOK INSTRAGRAM/DAILY MAIL)
PADA 2012, anak perempuan bos serikat pekerja perminyakan Meksiko, Carlos Romero Deschamps, disorot publik di negaranya. Di Facebook, dia memuat foto-foto yang menunjukkan gaya hidup mewah, termasuk tas-tas bermerek Gucci dan botol-botol wine mahal.

Foto-foto itu tentu saja kontras dengan penduduk Meksiko yang rata-rata bekerja selama 2.226 jam per tahun dengan pendapatan US$12.850 setahun.

Ada pula Jorge Alberto Lopez Amores, anak laki-laki tertua Jaksa Agung Meksiko Raciel Lopez Salazar. Amores, sebagaimana dikisahkan dalam laman Vivelo Hoy, melompat dari lantai 15 kapal pesiar yang dia tumpangi di lepas pantai Brasil saat ajang Piala Dunia 2014 digelar.

Dia meminta kawan-kawannya merekam lompatannya di ponsel. "Rekam saya, ya! Saya akan menyetop pesiar ini! Saya bakal menorehkan sejarah!" seru dia saat itu. Benar saja. Gara-gara dia melompat ke laut, kapal pesiar pun berhenti selama 2 jam demi mencari Amores.

Di Meksiko, anak-anak kelompok kaya seperti anak Deschamps dan Amores punya julukan, yakni mirreyes, berasal dari kata 'mi rey', berarti 'my king' (raja saya).

Mirreyes merujuk pada orang-orang yang menikmati kehidupan mewah, memamerkannya, juga menampilkan diri yang mereka anggap paling penting ketimbang segalanya. Umumnya, mirreyes di Meksiko merupakan anak-anak pejabat pemerintah, pengusaha kaya, dan tokoh-tokoh kelas atas.

Menurut penulis buku tentang mirreyes yang berjudul Mirreynato, the Other Inequality, Ricardo Raphael, "Kekayaan ekonomi para mirreyes merupakan penanda utama kelas sosial itu. Tidak peduli dari mana uang mereka, entah itu hasil kerja, warisan, hasil curian, korupsi, atau lotere, yang penting ialah memiliki kemampuan untuk membeli, mengeluarkan uang.

"Kata Raphael, mirreyes di Meksiko umumnya gemar memuat foto-foto mereka pada Instagram. Di Meksiko yang sebagian besar warganya masih hidup dalam kemiskinan, mirreyes yang kerap memuat foto-foto mereka minum sampanye dan berkendara mobil mewah semakin eksis.

Meskipun memamerkan kekayaan dan gaya hidup mewah terkadang memalukan, menurut Raphael, cara itulah yang akan menuai keuntungan bagi mereka baik secara politik maupun secara hukum. "Di Meksiko, tidak seperti di negara lain, jika Anda termasuk kelompok itu, Anda tidak bisa disentuh hukum," tutur Raphael.

Raphael pun memandang para mirreyes lebih dari sekadar generasi baru kelompok elite. "Mereka ceroboh. Mereka tidak tahu konsekuensi apa-apa," ucapnya. Anak-anak itu, lanjutnya, merupakan penanda masalah zaman akibat impunitas, ketidaksetaraan, dan korupsi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya