Presiden Iran Kunjungi Irak untuk Pertama Kalinya

(AFP/Tes/I-1)
12/3/2019 04:20
 Presiden Iran Kunjungi Irak untuk Pertama Kalinya
(. (Photo by SABAH ARAR / AFP))

 PRESIDEN Iran, Hassan Rouhani, melakukan kunjungan resmi perdana di Irak pada Senin (11/3) ini. Padahal, Iran tengah mendapat tekanan dari Amerika Serikat (AS) untuk membatasi hubungan politik dan perdagangan dengan negara tetangga.

Irak yang mayoritas menganut Syiah, menjalankan hubungan yang baik dengan sejumlah mitra utama, termasuk Iran dan AS yang merupakan musuh bebuyutan. Seperti diketahui, Iran berada di bawah tekanan Washington yang menarik diri dari perjanjian nuklir 2015.

AS memberikan keringanan terbatas kepada Irak untuk membeli pasokan energi listrik dan gas alam dari Iran. Namun, Washington mendesak Irak untuk bermitra dengan beberapa perusahaan AS agar memiliki kemandirian energi. Selain Turki, Iran ialah pemasok utama sejumlah komoditas impor ke Irak, seperti mobil, gas, peralatan rumah tangga, dan sayuran.

Sejak menjadi presiden 2013, Rouhani mengapresiasi hubungan khusus dengan negara tetangganya. "Hubungan ini tidak bisa dibandingkan dengan hubungan Iran terhadap negara agresor seperti AS," tukasnya sebelum terbang ke Baghdad untuk kunjungan kerja selama tiga hari.

"Di kawasan ini, AS mendapat hinaan. Bom yang dijatuhkan AS kepada Irak, rakyat Suriah, dan negara-negara lain, tidak bisa dilupakan," imbuh Rouhani.

Teheran merupakan negara pertama yang menanggapi seruan Irak terkait dengan permintaan bantuan, setelah gerilyawan IS menguasai kota utama Mosul pada Juni 2014. Kelompok militan mengancam akan menyerbu wilayah Baghdad dan wilayah kaya minyak di Kirkuk. (AFP/Tes/I-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya