Proyek Arktik Rusia Memperburuk Habitat Beruang Kutub

(AFP/Tes/I-1
06/3/2019 06:00
 Proyek Arktik Rusia Memperburuk Habitat Beruang Kutub
(AFP)

BERUANG kutub yang berkeliaran di wilayah perdesaan Rusia merupakan peringatan awal, mengingat Rusia terus meningkatkan aktivitas di Arktik yang mengancam kehidupan spesies langka.

Pada Februari lalu, lebih dari 50 beruang mendekati Belushya Guba, sebuah desa di ujung utara Kepulauan Novaya Zemlya. Sekitar 10 beruang bahkan memasuki ruas jalan dan sejumlah bangunan.

Pengamat memperingatkan potensi pertikaian antara manusia dan beruang. "Perkembangan di Kutub Utara pasti akan meningkatkan konflik. Apalagi, beruang kutub mulai kehilangan habitatnya di beberapa wilayah. Hal itu mendorong mereka pindah ke daratan," tutur ahli biologi, Anatoly Kochnev, yang mempelajari kehidupan beruang di Kutub Utara sejak 1980-an.

Novaya Zemlya, kepulauan yang terletak antara Laut Kara dan Laut Barents, merupakan wilayah berbatasan langsung dengan habitat beruang kutub. Laut Barents mengalami pengurangan es tercepat dari jumlah spesies beruang laut. Polar Bears International mencatat pengurangan es sebesar 20 pekan tiap tahun, dalam beberapa dekade terakhir.

"Berdasarkan pemantauan es, dapat dilihat ada pembentukan es di dekat Belushya Guba pada Desember lalu. Setelah ribuan tahun, mereka (beruang kutub) bermigrasi sepanjang tahun ini untuk berburu anjing laut. Namun, ketika sampai di daratan, mereka tidak menemukan es," papar Ilya Mordvintsev dari Institute Severtsov di Moskow.

Ketika semakin banyak aktivitas manusia di Novaya Zemlya, potensi konflik antara manusia dan beruang pun semakin meningkat. Pada situs uji coba senjata nuklir era Soviet, Novaya Zemlya merupakan wilayah terlarang. Namun, pasca-Soviet berlalu, militer membangun gedung baru dan lapangan terbang. Pun, sebuah pelabuhan baru tengah dibangun, bersamaan dengan proyek penambangan raksasa Pavlovskyoye.

Kontingen baru polisi militer telah dikerahkan ke Belushya Guba pada 2018. Komunitas tersebut memiliki sekolah dan kompleks olahraga besar, untuk mengakomodasi keluarga militer yang berjumlah lebih dari 2.000 orang.

Konchnev mengingatkan kerusakan sebagai dampak aktivitas pertahanan rudal Soviet di Pulau Wrangel, Arktik Timur. Pada 1991, pasukan militer terpaksa membunuh beruang kutub yang menjadi agresif, setelah terbiasa mengonsumsi makanan sisa manusia.

"Saat pasukan militer meninggalkan tempat, kami merasa lega. Karena hanya petugas cagar alam yang memahami bagaimana berperilaku di sekitar beruang. Namun, persoalan itu kembali lagi," tukasnya. Pemerintah Rusia menyatakan Arktik merupakan prioritas strategis bagi militer sejak 2014. BERUANG kutub yang berkeliaran di wilayah perdesaan Rusia merupakan peringatan awal, mengingat Rusia terus meningkatkan aktivitas di Arktik yang mengancam kehidupan spesies langka.

Pada Februari lalu, lebih dari 50 beruang mendekati Belushya Guba, sebuah desa di ujung utara Kepulauan Novaya Zemlya. Sekitar 10 beruang bahkan memasuki ruas jalan dan sejumlah bangunan.

Pengamat memperingatkan potensi pertikaian antara manusia dan beruang. "Perkembangan di Kutub Utara pasti akan meningkatkan konflik. Apalagi, beruang kutub mulai kehilangan habitatnya di beberapa wilayah. Hal itu mendorong mereka pindah ke daratan," tutur ahli biologi, Anatoly Kochnev, yang mempelajari kehidupan beruang di Kutub Utara sejak 1980-an.

Novaya Zemlya, kepulauan yang terletak antara Laut Kara dan Laut Barents, merupakan wilayah berbatasan langsung dengan habitat beruang kutub. Laut Barents mengalami pengurangan es tercepat dari jumlah spesies beruang laut. Polar Bears International mencatat pengurangan es sebesar 20 pekan tiap tahun, dalam beberapa dekade terakhir.

"Berdasarkan pemantauan es, dapat dilihat ada pembentukan es di dekat Belushya Guba pada Desember lalu. Setelah ribuan tahun, mereka (beruang kutub) bermigrasi sepanjang tahun ini untuk berburu anjing laut. Namun, ketika sampai di daratan, mereka tidak menemukan es," papar Ilya Mordvintsev dari Institute Severtsov di Moskow.

Ketika semakin banyak aktivitas manusia di Novaya Zemlya, potensi konflik antara manusia dan beruang pun semakin meningkat. Pada situs uji coba senjata nuklir era Soviet, Novaya Zemlya merupakan wilayah terlarang. Namun, pasca-Soviet berlalu, militer membangun gedung baru dan lapangan terbang. Pun, sebuah pelabuhan baru tengah dibangun, bersamaan dengan proyek penambangan raksasa Pavlovskyoye.

Kontingen baru polisi militer telah dikerahkan ke Belushya Guba pada 2018. Komunitas tersebut memiliki sekolah dan kompleks olahraga besar, untuk mengakomodasi keluarga militer yang berjumlah lebih dari 2.000 orang.

Konchnev mengingatkan kerusakan sebagai dampak aktivitas pertahanan rudal Soviet di Pulau Wrangel, Arktik Timur. Pada 1991, pasukan militer terpaksa membunuh beruang kutub yang menjadi agresif, setelah terbiasa mengonsumsi makanan sisa manusia.

"Saat pasukan militer meninggalkan tempat, kami merasa lega. Karena hanya petugas cagar alam yang memahami bagaimana berperilaku di sekitar beruang. Namun, persoalan itu kembali lagi," tukasnya. Pemerintah Rusia menyatakan Arktik merupakan prioritas strategis bagi militer sejak 2014. (AFP/Tes/I-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya