Oposisi Pawai saat Guaido Pulang    

Denny Parsaulian Sinaga 
05/3/2019 02:45
Oposisi Pawai saat Guaido Pulang    
(ODRIGO BUENDIA / AFP)

WARGA pendukung kubu oposisi Venezuela turun ke jalan-jalan, kemarin, setelah pemimpin mereka, Juan Guaido, menyerukan aksi protes massa terhadap Presiden Nicolas Maduro. 

Aksi tersebut dilakukan menjelang kembalinya Guaido setelah tur sepekan ke negara sekutu mereka di Amerika Latin. Kemunculan kembali Guaido di Venezuela menjadi tantangan baru bagi Maduro karena harus memutuskan apakah akan menahannya karena melanggar larangan bepergian atau membiarkan Guaido masuk tanpa gangguan. 

“Hal ini akan melemahkan otoritas Maduro,” kata analis. Guaido melalui pesan di Twitter telah meminta para pendukungnya turun ke jalan menyambut kedatangannya. ‘Saya mengumumkan kepulangan saya. Saya menyerukan kepada rakyat Venezuela untuk memobilisasi massa di seluruh wilayah negeri besok pukul 11.00,’ tulis Guaido di Twitter, Minggu (3/2).

Dalam tayangan video yang dibagikan melalui jejaring sosial, Guaido yang tengah bersama istri­nya, mengatakan jika pemerintahan Maduro mencoba melakukan penculikan, hal itu akan menjadi salah satu kesalahan terakhir yang dibuat penguasa Venezuela tersebut.

Guaido, yang diakui lebih dari 50 negara sebagai presiden sementara Venezuela, tidak mengatakan bagaimana atau kapan dia akan kembali. Tersebar spekulasi bahwa penerbangan dari ibu kota Kolombia, Bogota, ke Caracas merupakan rute yang paling memungkinkan.

Namun, ada kemungkinan dia akan menyeberangi perbatasan Kolombia dengan cara yang sama saat meninggalkan Venezuela. Guaido mengklaim, saat menyeberang ke luar dari Venezuela, dia justru mendapat bantuan dari militer Maduro.

Seperti diketahui, dalam tur terakhirnya, Guaido mengadakan pembicaraan di Salinas, yakni sebuah kota resor pantai di barat Guayaquil, Sabtu (2/2), dengan Presiden Lenin Moreno dan bertemu dengan para pengungsi Venezuela di sana. 

Pada Minggu, sekitar tengah hari, dia terbang dari Salinas melanjutkan tur tanpa mengungkap tujuannya.

Harus kembali
Sementara itu, saat melawan larangan perjalanan yang dikeluarkan pemerintahan Maduro, Guaido diketahui menyelinap melintasi perbatasan ke Kolombia pada 23 Februari 2019. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mengawal truk-truk bantuan kemanusiaan internasional yang berdatangan ke Venezuela. 

Ketika berada di Kolombia, dia bertemu dengan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence yang sengaja berkunjung ke sana. Pendatang baru di kancah politik berusia 35 tahun itu, kemudian melakukan perjalanan ke Brasil.

Di sana, dia bertemu dengan presiden sayap kanan Brasil, Jair Bolsonaro. Pada Jumat, Guaido berangkat ke Paraguay dan Argentina. Dia juga mengatakan telah diundang untuk mengunjungi Cile pada akhir bulan ini.

Guaido, yang memimpin Majelis Nasional yang dikuasai kubu oposisi, mengejutkan dunia secara tiba-tiba pada 23 Januari 2019 ketika menyatakan dirinya sebagai pejabat presiden Venezuela. 

Hal itu diikrarkan setelah lembaga legislatif menyatakan Maduro sebagai perampas kekuasaan dan tidak sah atas pemilihan ulang Mei 2017.  Seperti diketahui, hasil pemilu tersebut dikritik banyak pihak. (AFP/I-2)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya