Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AKSI unjuk rasa menuntut Presiden Aljazair, Abdelaziz Bouteflika, agar tidak mencalonkan diri lagi, telah berlangsung sejak Jumat (1/3) di Kota Aljier dan kota-kota lainnya.
Pada Jumat, puluhan ribu orang berpawai mengecam rencana Bouteflika berkuasa lagi untuk masa jabatan kelima. Aksi tersebut menjadi protes terbesar di ibu kota negara itu selama delapan tahun terakhir.
Demonstrasi tersebut, seperti unjuk rasa lain di negara Afrika utara itu, berlangsung damai. Namun, polisi melepaskan tembakan gas air mata pada satu kesempatan untuk membubarkan para demonstran yang berkumpul di Kota Aljier setelah salat Jumat.
Dalam meredam aksi para demonstran, polisi antihuru-hara juga menggunakan pentungan, terutama untuk mencegah beberapa pengunjuk rasa yang berpawai di sekitar Istana Presiden. Menurut catatan polisi, sebanyak 56 petugas dan tujuh demonstran terluka serta 45 lainnya ditangkap sebagai tersangka karena dituding melakukan pelemparan batu ke arah aparat.
Sebagai informasi, Bouteflika telah berkuasa sejak 1999. Awalnya, dia mendapatkan rasa hormat dari banyak pihak atas perannya dalam mengakhiri perang saudara yang menurut para pejabat telah menewaskan hampir 200 ribu orang.
Namun, kini warga menolak Bouteflika agar tidak mencalonkan kembali. Sebelumnya, pihak berwenang telah memperingatkan bahwa aksi protes massa berisiko menyeret Aljazair ke ketidakstabilan.
Hal itu dengan membandingkan aksi unjuk rasa yang memicu perang saudara dan berkelanjutan di Suriah. Para pengunjuk rasa telah dimobilisasi melalui seruan di media sosial.
Di lain hal, kondisi di Aljazair saat ini ialah banyak pemuda tengah berjuang untuk mencari pekerjaan. Di negara itu tercatat separuh penduduknya berusia di bawah 30 tahun.
Pada Minggu (3/3), di Prancis, negara yang pernah menjajah Aljazair, beberapa ribu orang bergabung dalam aksi demonstrasi anti-Bouteflika. Mereka berkumpul dan menggelar aksi di Paris, Marseilles, dan kota-kota lain.
“Keluar,” teriak orang banyak di Place de la Republique, pusat kota Paris, tempat para pemrotes melambaikan plakat dan beberapa membungkus diri mereka dengan bendera Aljazair. (AFP/Ant/Yan/I-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved