AS-Korsel Akhiri Latihan Militer Utama demi Korut

MI
04/3/2019 01:00
AS-Korsel Akhiri Latihan Militer Utama demi Korut
(AFP/JUNG YEON-J)

AMERIKA Serikat dan Korea Selatan mengumumkan pada Minggu (3/3) mengakhiri latihan militer skala besar tahunan. Hal itu untuk mendukung upaya diplomatik dalam membujuk Korea Utara mengakhiri program senjata nuklirnya.

Keputusan itu diambil beberapa hari setelah KTT II antara Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Hanoi, yang berakhir tanpa kesepakatan formal. Meskipun demikian, kedua belah pihak menyatakan mereka akan terus berbicara.

Ada hampir 30 ribu tentara AS yang ditempatkan di Korea Selatan dan latihan tahunan mereka dengan puluhan ribu tentara Korea Selatan telah menjadi sasaran kemarahan Korea Utara. Pyongyang mengutuk manuver itu sebagai provokatif untuk invasi. 

Saat Trump mengesampingkan penarikan pasukan, dia telah berulang kali mengeluhkan biaya latihan. Trump menyebutkan pada konferensi pers di Hanoi bahwa biaya latihan perang sangat mahal.

“Anda bayangkan saja. Pesawatpesawat yang ikut latihan diterbangkan dari Guam dalam penerbangan 7 jam. Sampai di lokasi latihan, jatuhkan bom, lalu kembali ke Guam. Itu sangat, sangat mahal,” kata Trump saat konferensi pers di Hanoi, Kamis (28/2).

Saat berbicara di telepon, Sabtu (2/3), Menteri Pertahanan Korea Selatan Jeong Kyeong-doo dan mitranya dari AS Patrick Shanahan, keduanya sepakat memutuskan mengakhiri serangkaian latihan kunci dan serangkaian Foal Eagle. Demikian menurut Pentagon.

Foal Eagle ialah yang terbesar dari latihan gabungan reguler yang diadakan sekutu. Di masa lalu, latihan itu melibatkan 200 ribu pasuk an Korea Selatan dan sekitar 30 ribu tentara AS. Latihan disertai Key Resolve, permainan perang yang disimulasikan komputer yang dilakukan ko mandan militer yang biasanya dimulai pada Maret dan berjalan selama sekitar 10 hari.

“Keputusan itu dicapai untuk mendukung upaya diplomatik denuklirisasi Korea Utara dan meredakan ketegangan militer dengan Korea Utara,” rilis Kementerian Pertahanan Seoul, Minggu (3/3). Washington dan Seoul sebaliknya melakukan latihan yang dimodifikasi mulai Senin (4/3) hingga Selasa (12/3), dalam latihan yang bernama ‘Dong Maeng’ atau ‘Aliansi’. (AFP/Yan/I-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya