Kunjungi Korsel, M Nasir Antusias Terapkan Cyber University

Micom
01/3/2019 21:20
Kunjungi Korsel, M Nasir Antusias Terapkan Cyber University
(Ist)

MENTERI Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir bersama delegasi Indonesia yang terdiri atas Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Na’im, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Ismunandar, dan Rektor Universitas Nasional El Amry Bermawi Putera melakukan kunjungan kerja ke Korea Selatan pada 25-26 Februari 2019. 

Kunjungan ke Korsel selain untuk meningkatkan kerja sama antara kedua negara dalam bidang pendidikan, juga dalam rangka melihat implementasi pembelajaran berbasis online atau siber di negara ginseng tersebut.

Kunjungan diawali ke Hankuk University for Foreign Studies (HUFS) dan Cyber Hankuk University for Foreign Studies (CUFS) yang telah bekerja sama dengan Universitas Nasional sejak beberapa tahun lalu. Kunjungan di HUFS diterima oleh President HUFS Kim In Chul. 

Dalam diskusi yang dipimpin Kim dan Menristekdikti RI tersirat dukungan Kemenristekdikti atas kerja sama Korea Selatan dan Indonesia dalam pengembangan cyber university. Kedua pihak berdiskusi tentang jumlah dan etika mahasiswa cyber university, akreditasi dari program-program cyber university, komposisi/persentase student lecturer, mekanisme dan infrastruktur HUFS dan CUFS. 

Malamnya, Menteri M Nasir juga menemui beberapa pengusaha/investor Korsel yang telah dan akan memberikan kontribusi dalam rencana pengembangan cyber university di Indonesia.

Pada hari kedua di Korsel, Menristekdikti mengadakan pertemuan dengan YM Mun Mi-Ock, Wakil Menteri Pertama di Kementerian Iptek, Teknologi Informasi, dan Komunikasi Korsel. 

Menristekdikti menyatakan Pemerintah Indonesia dan Korsel telah menandatangangani MoU tentang kerja sama iptek pada 2009 dan sekarang saatnya memperbarui kerja sama bilateral tersebut. 

Nasir meyakini ke depan kedua negara dapat mengembangkan kerja sama bilateral dalam pengembangan Science and Technology Park (STP), riset bersama dengan tematik program yang akan disepakati kemudian.

Selanjutnya, Menristekdikti bertemu dengan YM Yoo Eun Hae, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pendidikan Korsel, dan mendiskusikan tentang rencana kerja sama pendidikan tinggi kedua negara termasuk pertukaran mahasiswa, dosen, peneliti, profesor, beasiswa untuk master dan doktor, serta program capacity building lainnya.

Pihak Kementerian Iptek dan TIK Korsel menyambut baik ide meningkatkan kerja sama antara kedua negara dan berjanji akan menyelesaikan perjanjian kerja sama bilateral iptek tersebut secepatnya. 

Menristekdikti mengatakan, ketertarikan bekerja sama bersama Korsel dalam rangka meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Indonesia. Dengan penerapan cyber university di Indonesia diharapkan APK ini dapat meningkat karena pihak Korsel mengatakan saat ini ada 21 cyber university yang telah terbukti dapat menaikkan jumlah APK di negaranya. 

Terhadap perjanjian kerja sama bidang pendidikan tinggi antara kedua negara, YM Yoo Eun  menyampaikan apresiasi atas draft pertama pihak Indonesia dan akan secepatnya difinalisasi sehingga kedua negara mempunyai payung kerja sama.

 

Baca juga: JK: Indonesia Akan Bantu Bangun Masjid Raya Filipina

 

Terkait dengan pembelajaran berbasis online, Rektor Unas, El Amry Bermawi, menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung program pemerintah untuk meningkatkan APK dan memberikan akses pendidikan tinggi kepada seluruh warga Indonesia. 

Unas, lanjut Amry, juga telah menerapkan pembelajaran online di beberapa program studi dan tengah mengajukan izin untuk perkuliahan jarak jauh serta siap untuk mengembangkan cyber university.

Pembelajaran berbasis online ini memang telah ditekuni Unas sejak beberapa tahun lalu dan diyakini menjadi masa depan sistem pendidikan tinggi. Untuk itu, Unas telah menggandeng HUFS dan CUFS sejak 2014 sebagai mitra untuk menerapkan blendedlearning dan online learning serta membangun studio siber yang digunakan untuk mendukung perkuliahan di Unas.

‘’Pak Menteri menyambut baik dan sangat antusias melihat bagaimana sistem pembelajaran e-learning di Korsel dan tidak sabar untuk melakukan hal yang sama di Indonesia dan akan segera memberikan izin kepada universitas yang sudah siap menyelenggarakan pembelajaran berbasis siber. Unas sangat menyambut baik hal ini, dan kami siap menjadi yang terdepan,’’ papar El Amry dalam keterangannya, Jumat (1/3).

Selain melakukan studi banding dengan CHUFS dan HUFS, Rektor Unas  juga mengunjungi Korean Polytech University untuk penjajakan kerja sama dan melihat kemajuan sistem pendidikan Politeknik dan laboratoriumnya. El Amry juga mengunjungi Smart Factory Telstar di kawasan industri Korea. 

‘’Ini adalah perusahaan yang sudah menerapkan 100% revolusi industri 4.0,’’ paparnya. (RO/OL-1)

 





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya