RI Minta Dukungan Konkret untuk Palestina

Tesa Oktiana Surbakti
03/3/2019 09:30
RI Minta Dukungan Konkret untuk Palestina
(MI/Lina Herlina)

MENTERI Luar Negeri Retno Marsudi mengingatkan kembali anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk bekerja sama menyelesaikan persoalan Palestina.

"Saya ingin mengingatkan kembali anggota OKI mengenai pekerjaan kita yang belum selesai, yakni isu Palestina yang situasinya semakin memburuk," ujar Retno dalam Konferensi Tingkat Menteri (KTM) OKI ke-46 di Abu Dhabi, melalui keterangan resmi, kemarin.

Lebih lanjut, Retno menyampaikan tidak ada pilihan lain bagi OKI selain memberikan dukungan nyata, solid, dan konkret bagi perjuangan kemerdekaan Palestina.

Dia menekankan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, terus memberikan dukungan penuh dan konkret bagi perjuangan Palestina. "Satu-satunya pilihan bagi OKI adalah memperkuat solidaritas dan dukungan konkret bagi Palestina," tegas Retno.

Menurut rencana, setelah pertemuan OKI di Abu Dhabi, Retno akan bertolak ke Amman, Yordania, untuk menyampaikan bantuan dana dari Indonesia kepada UNWRA. Selain itu, juga akan diberikan bantuan desalinasi air untuk wilayah Jalur Gaza dan membuka kegiatan peningkatan kapasitas bagi para pengungsi perempuan Palestina di Yordania.

Retno menggambarkan konflik dan perang yang masih berlangsung di berbagai negara ialah imbas dari minimnya keinginan negara-negara tersebut untuk menyelesaikan konflik melalui dialog dan perundingan. Pun, banyak negara yang tidak menghormati prinsip-prinsip Piagam PBB.

Dalam menghadapi tantangan dunia yang mengkhawatirkan tersebut, Retno menekankan pentingnya anggota OKI untuk memberi contoh. "Anggota OKI harus memberikan kontribusi dan menjadi bagian dari solusi atas permasalahan global, termasuk mencegah konflik. Perlu mengedepankan dialog dan perundingan dan secara konsisten menghormati prinsip-prinsip piagam PBB," tukasnya.

Selain membahas Palestina, secara khusus Retno menyoroti tantangan yang dihadapi kawasan ASEAN, termasuk situasi pengungsi Rakhine. Dia menyampaikan, sejak awal Indonesia telah berkontribusi untuk membantu situasi di Rakhine dengan mengedepankan masalah kemanusiaan.

Pemerintah Indonesia, jelas Retno, berupaya membantu proses repatriasi pengungsi Rakhine dari Bangladesh ke Rakhine State secara sukarela, aman, dan terhormat.

Dalam mengatasi situasi di Rakhine State, Retno menegaskan pentingnya mengatasi masalah defisit kepercayaan, baik antara komunitas di Rakhine State maupun antara Myanmar dan komunitas internasional.

Dalam kaitan dengan hal tersebut, ASEAN terus berupaya menjembatani, membantu proses repatriasi, termasuk dengan mengirimkan tim untuk menciptakan kondisi kondusif bagi repatriasi pengungsi. (Tes/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya