Evakuasi WNI di Yaman Berlanjut

Pra/AFP/Drd/X-5
07/4/2015 00:00
Evakuasi WNI di Yaman Berlanjut
(MI/PANCA SYURKANI)
PROSES evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Yaman berlanjut. Menurut rencana, sebanyak 110 WNI dari negara yang dilanda konflik bersenjata itu tiba di Tanah Air hari ini.

Menurut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dengan demikian, WNI di Yaman yang telah kembali ke Indonesia sejak Desember silam berjumlah 700 orang.

Retno menambahkan, saat ini, jumlah WNI yang sudah berada di luar Yaman sebanyak 92 orang. Mereka menunggu untuk diterbangkan ke Tanah Air. "Sebanyak 42 WNI berada di Jizan, Arab Saudi, sedangkan 40 lainnya masih dalam perjalanan ke Jizan dari Al Hudaida dan 10 sisanya ada di Djibouti," katanya di Jakarta, kemarin.

Menlu mencemaskan 89 WNI yang hingga saat ini masih berada di kota pelabuhan Aden. "Kami sudah menyiapkan kapal. Namun, ketika kapal merapat ke pelabuhan, terjadi perubahan situasi dan mereka tidak bisa keluar," ujarnya.

Pemerintah Indonesia juga telah sepakat dengan beberapa negara tetangga lain untuk saling membantu mengeluarkan warga negara masing-masing dari Yaman.

Juru bicara Menteri Luar Negeri Armanatha Nasir menambahkan, kondisi keamanan di Yaman tidak menentu. Bisa saja sekarang aman dan besok menjadi tidak aman, seperti yang terjadi di Aden itu.

Negara-negara di perbatasan seperti Arab Saudi dan Oman juga telah menutup akses ke wilayah Yaman. "Mereka memang belum menutup sepenuhnya. Selagi masih bisa, kami berharap seluruh WNI segera dapat dievakuasi.

"Tim dari Indonesia juga sudah bertemu para habib dan pengelola lembaga pendidikan di Yaman. Mereka mendukung evakuasi dan mencari jalan keluar pendidikan mahasiswa Indonesia, apakah nantinya harus mengulang perkuliahan atau bisa melanjutkan lagi tanpa mengulang. Pilihan bisa mengikuti ujian di Indonesia juga menjadi salah satu jalan keluar.

Sementara itu, pertempuran sengit kembali pecah kemarin antara pemberontak dan para pejuang propemerintah di wilayah Yaman selatan. Dalam pertempuran selama 24 jam, sedikitnya 100 orang tewas. Akibat pertempuran itu, Palang Merah menunda pengiriman bantuan kemanusiaan kepada warga sipil.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya