Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PASUKAN India dan Pakistan terlibat perang singkat di sepanjang perbatasan yang diperebutkan di Kashmir, Kamis (28/2) pagi. Ini terjadi sehari setelah dua negara nuklir itu menjatuhkan jet musuh masing-masing dengan Pakistan menangkap seorang pilot India.
Amerika Serikat, Tiongkok, dan negara dunia lainnya mendesak dua negara menahan emosi. Ketegangan meningkat setelah serangan udara yang dilakukan sebagai akibat dari bom mobil bunuh diri yang menewaskan sedikitnya 40 polisi paramiliter India di Kashmir, 14 Februari.
Perdana Menteri Pakistan Imran Khan meminta agar dilakukan perundingan terkait ketegangan yang terjadi di wilayah Kashmir. Menurutnya, sudah saatnya Pakistan dan India membahas solusi diplomatik untuk situasi krisis ini.
"Sejarah memberi tahu kita bahwa perang penuh dengan kesalahan perhitungan. Pertanyaan saya ialah mengingat senjata yang kita miliki, dapatkah kita melakukan kesalahan perhitungan?" kata Khan dalam siaran singkat televisi yang disiarkan ke negara itu. "Kita harus duduk dan berbicara."
Pakistan dan India telah bertempur tiga kali sejak merdeka dari kekuasaan kolonial Inggris pada 1947. Dua perang atas Kashmir dan hampir mencapai yang keempat pada 2002 setelah serangan gerilyawan Pakistan ke parlemen India.
Pada Kamis pagi pasukan dari India dan Pakistan bertukar tembakan di Poonch, sebuah distrik di Kashmir yang diduduki India. "Tentara India membalas dengan keras dan efektif," kata Letnan Kolonel Devender Anand, juru bicara kementerian pertahanan Pakistan.
Penembakan itu, yang diklaim India diawali oleh Pakistan, dimulai tepat 05.30 waktu setempat. Saling tembak berlangsung setidaknya lebih dari satu jam.
Dinginkan situasi
Gedung Putih mendesak Pakistan dan India untuk mengambil langkah segera untuk mendinginkan situasi. Menlu AS Mike Pompeo mengatakan ia telah berbicara secara terpisah dengan para menteri luar negeri India dan Pakistan dan mendesak mereka untuk memprioritaskan komunikasi langsung dan menghindari kegiatan militer lebih lanjut.
Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi telah meminta Pakistan dan India untuk menghindari peningkatan ketegangan.
Wang Yi menyatakan keprihatinan mendalam kepada rekannya, Pakistan, atas krisis Kashmir. Kondisi ini berkembang di tengah kekhawatiran pertempuran udara bisa menjadi konflik yang membesar.
Komentar Wang Yi disampaikan ketika Menlu Pakistan Shah Mehmood Qureshi meneleponnya, Rabu (27/2).
Qureshi menelepon Wang untuk memberikan informasi terbaru tentang perkembangan terakhir dalam konflik dengan India. Demikian rilis Kementerian Luar Negeri Tiongkok Kamis (28/2).
"Wang mengatakan kepada Qureshi bahwa dia berharap para tetangga bersenjata nuklir itu menahan diri dan dengan sungguh-sungguh memenuhi komitmen mereka untuk mencegah memanasnya situasi," kata pernyataan kementerian.
Di sisi lain, Pakistan siap melepaskan pilot India yang tertangkap dalam serangan udara. "Kami siap membebaskan pilot asal India jika hal itu dapat menurunkan ketegangan," ujar juru bicara Kemenlu Pakistan, Mohammad Faisal. (AFP/Tes/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved