Musim Panas Australia Lampaui Rekor

Tesa Oktiana Surbakti
28/2/2019 18:39
Musim Panas Australia Lampaui Rekor
(AFP PHOTO / CRISTINA QUICLER)

AUSTRALIA mengalami musim terpanas yang memecahkan rekor periode Desember hingga Februari. Otoritas setempat memperkirakan musim gugur di wilayah selatan akan lebih kering, serta lebih hangat dari biasanya.

"Setelah rekor musim panas (terjadi) pada Desember dan Januari, rasanya tidak mengejutkan bahwa musim panas bulan ini akan memecahkan rekor terpanas," tutur Andrew Watkins, manajer peramalan jangka panjang di Badan Meteorologi.

Meski ramalan tingkat suhu udara belum keluar, namun kemungkinan besar akan melampaui rata-rata maksimum. Untuk pertama kalinya, suhu rata-rata dalam periode tiga bulan terakhir, berpotensi di atas level 2 derajat Celcius (3,6 derajat Fahrenhet). Level tersebut merupakan rata-rata jangka panjang.

Baca juga: Cari Dukungan, Wakil Presiden Venezuela Segera Menyambangi Rusia

Lebih lanjut, laporan Badan Meteorolgi menyatakan curah hujan cenderung di bawah normal. Namun, belum ada tanda-tanda kekeringan parah di wilayah timur dan tenggara yang menjadi lokasi lahan pertanian luas.

"Prakiraan kali ini tidak memberikan indikasi kuat, bahwa akan terjadi pengembalian rata-rata curah hujan di sebagian besar wilayah sepanjang periode musim gugur," tukas Watkins.

Sebelumnya, Januari tercatat sebagai periode suhu terpanas dengan rata-rata melebihi 30 derajat Celcius untuk pertama kalinya. Watkins mengungkapkan pola cuaca di Samudra Hindia dan Pasifik berkontribusi terhadap suhu yang lebih panas dan curah hujan yang lebih rendah. Pun, kondisi perubahan iklim jangka panjang ikut berperan.

Otoritas berwenang menggarisbawahi gelombang panas menyebabkan kasus kematian massal ikan di sungai Murray-Darling, yang melintasi lima negara bagian di wilayah timur Australia. Sementara itu, kebakaran hutan yang kerap terjadi di wilayah tenggara pada musim panas, telah menyebar jauh ke wilayah timur sepanjang Januari lalu. (AFP/OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya