Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) antara Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara, Vietnam sebagai tuan rumah bisa menjadi anutan masa depan Korea Utara. Terutama, kemandirian perempuan Vietnam dalam berkarya dan menghasilkan uang.
Duong Thi Thanh memulai bisnis tekstil global dari sebuah ruangan kecil di jalan tikus Hanoi, dengan beberapa ember besar berisi bakteri. Thanh merupakan perajin pakaian tradisional yang menggunakan teknik tidak biasa. Setelah mengumpulkan daun tanaman nila dari wilayah pegunungan, dia memfermentasi daun dalam ember plastik yang diisi anggur beras.
"Setiap malam saya menuangkan anggur ke dalam ember, kemudian mengaduknya. Bakteri itu selalu tidur. Mereka sangat malas, tapi suka sekali minum," ujarnya seraya tertawa kecil saat ditemui BBC.
Thanh membungkuk dan mengambil air dari dalam ember dengan tangannya. "Warnanya biru muda dengan sedikit campuran warna hijau. Tetapi, ketika alkohol diaduk, warnanya berubah menjadi biru. Lihatlah, anggur yang membangunkan mereka (bakteri)," tukas dia.
Ketika memulai bisnisnya, dia harus berjuang mati-matian untuk memproduksi beberapa ratus meter kain dalam setahun. Setelah 24 tahun berlalu, pelanggannya dari seluruh dunia tinggal memesan secara daring. Salah satu pasar terbesar produk tekstil buatan Thanh, yakni Australia dan Jepang.
Thanh merupakan satu dari sekian ribu pengusaha perempuan yang menjadi roda perekonomian Vietnam. Begitu pembatasan operasional berusaha dicabut pada 1980, negara itu terbuka bagi perdagangan dan investasi global. Pada awalnya, pelaku usaha perempuan menjalankan bisnis kecil di pasar abu-abu demi menambah pendapatan rumah tangga.
Saat ini, dunia usaha Vietnam lebih banyak dijalankan perempuan. Sektor usaha kecil dan menengah berkontribusi hingga 40% terhadap produk domestik bruto (PDB) negara Asia Tenggara tersebut. Situasi ini bisa menjadi pembelajaran penting bagi ribuan rumah tangga Korut tempat perempuan mengambil posisi sebagai pencari nafkah utama.
Jessie Kim, warga Korut yang ditinggal ibunya sejak usia 11 tahun. Dia terpaksa mencari buah beri dan herbal di pegunungan untuk dijual. "Jika ingin bertahan di Korea Utara, saya harus mencari uang. Saya tidak ingin mati," tuturnya.
Terdapat persamaan antara perempuan Vietnam dan Korut. Motivasi utama mereka untuk bekerja ialah rasa tanggung jawab memenuhi kebutuhan finansial keluarga. "Satu hal yang kerap saya lihat, mereka memiliki mimpi besar dan tidak malu untuk bercerita tetang ambisi," ucapnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved