Spanyol Tuduh Maduro tidak Berniat Negosiasi

(AFP/Yan/I-1)
28/2/2019 04:40
Spanyol Tuduh Maduro tidak Berniat Negosiasi
((Photo by PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP))

PERDANA Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengatakan, pada Rabu (27/2), bahwa Pemimpin Venezuela Nicolas Maduro tidak berniat bernegosiasi. Maduro menolak intervensi militer asing di negaranya yang dilanda krisis ekonomi itu.

Komentarnya disampaikan ketika Juan Guaido --pemimpin oposisi Venezuela yang menyatakan dirinya sebagai presiden sementara dan diakui oleh sekitar 50 negara termasuk Spanyol-- secara terbuka menantang Maduro dengan mencoba membawa bantuan kemanusiaan.

"Maduro tidak berniat bernegosiasi dan telah menggunakan mediasi masa lalu antara pemerintahnya dan oposisi sebagai alat untuk mendapatkan waktu dan tetap berkuasa," kata Sanchez.

"Dia tidak menginginkan perundingan yang tulus," kata pemimpin sosialis Spanyol.

Meskipun demikian, Sanchez dengan tegas menolak intervensi militer asing untuk menggulingkan Maduro. Amerika Serikat menyatakan bahwa cara itu sebagai suatu kemungkinan. "Kami menyatakan penolakan kami terhadap solusi tidak damai, dan khususnya intervensi militer asing di Venezuela," katanya kepada anggota parlemen. "Ada beberapa kesalahan masa lalu yang tidak boleh dilakukan lagi."

Awal pekan ini, AS mengatakan akan meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengadopsi rancangan resolusi yang menuntut agar bantuan kemanusiaan diizinkan masuk ke Venezuela.

Menteri luar negeri Tiongkok dan Rusia menyuarakan hal senada. Mereka menentang aksi militer di Venezuela, ketika Presiden Nicolas Maduro menghadapi tekanan yang meningkat dari AS untuk mundur.

Rusia dan Tiongkok, yang telah memiliki hubungan dekat dengan Maduro selama bertahun-tahun, telah berulang kali memperingatkan terhadap campur tangan asing di Venezuela, sedangkan Washington telah mendukung pemimpin oposisi.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengulangi pernyataan Moskow bahwa Amerika Serikat menggunakan pengiriman bantuan sebagai alasan untuk melakukan aksi militer di Venezuela.

"Kami bekerja sama dengan semua negara yang tidak kurang dari kami prihatin dengan skenario campur tangan militer," ujar Lavrov.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya