Oposisi Inggris Dorong Prospek Referendum Kedua Brexit

(BBC/Tes/I-1)
27/2/2019 02:40
Oposisi Inggris Dorong Prospek Referendum Kedua Brexit
(AFP)

KALANGAN oposisi Partai Buruh Inggris menyatakan potensi dukungan terhadap referendum kedua perceraian Inggris dari Uni Eropa (Brexit). Hal itu mengemuka di tengah sikap Uni Eropa yang ingin menunda keluarnya Inggris dari blok tersebut.

Suara internal Inggris mengenai Brexit tampaknya masih terpecah, yang sebagian besar mendukung referendum pada Juni 2016. Dalam beberapa hari terakhir, muncul spekulasi London ingin meminta lebih banyak waktu untuk negosiasi penarikannya.

Perdana Menteri (PM) Inggris, Theresa May, mengimbau parlemen tidak memberikan suara terhadap kesepakatan Brexit sampai 12 Maret, atau 17 hari sebelum Inggris meninggalkan Uni Eropa pada 29 Maret.

Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk, mengatakan pihaknya telah membahas konteks hukum dan prosedural terhadap potensi perpanjangan negosiasi, saat bertemu dengan May di sela-sela KTT Uni Eropa-Arab.

"Saya percaya dalam situasi yang tengah kita hadapi, perpanjangan menjadi solusi rasional. Tetapi, PM May masih optimis bahwa skenario itu dapat dihindari," tutur Tusk dalam konferensi penutupan KTT.

Uni Eropa memandang kekhawatiran yang semakin besar terhadap kemungkinan Inggris akan gagal tanpa kesepakatan, yang membawa risiko kekacauan di kedua belah pihak.

Pada Senin waktu setempat, Partai Buruh mengatakan segera mengajukan rencana sendiri terkait Brexit. Sekaligus, menyerukan Inggris tetap berada dalam serikat kepabeanan Uni Eropa. Apabila ditolak, Partai Buruh menekankan dukungan terhadap amandemen untuk referendum kedua mengenai keanggotaan Uni Eropa.

"Kami berkomitmen untuk mengedepankan atau mendukung amendemen untuk pemungutan suara publik, mencegah Brexit yang gagal dipaksakan di negara ini," ucap pemimpin Partai Buruh, Jeremy Corbyn, dalam pernyataan resmi.

Sejak anggota parlemen Inggris menolak kesepakatan penarikan bulan lalu, May berusaha mengatasi kekhawatiran terkait pengaturan backstop, sebuah klausul yang mengikat Irlandia Utara dalam serikat kepabeanan Uni Eropa jika kesepakatan baru menjaga perbatasan Irlandia tidak tercapai.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya