Pemerintah AS Berikan Sanksi Baru ke Venezuela

Denny Parsaulian Sinaga
27/2/2019 02:00
Pemerintah AS Berikan Sanksi Baru ke Venezuela
((Photo by Diana Sanchez / AFP))

Pemerintah AS Berikan Sanksi Baru ke Venezuela

WAKIL Presiden AS Mike Pence dan pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido menyepakati strategi untuk memperketat ikatan di sekitar Presiden Nicolas Maduro setelah pertemuan dua sekutu regional itu di Kolombia pada Senin.

Pence mengumumkan akan lebih banyak sanksi terhadap Venezuela dan US$56 juta bantuan untuk negara-negara tetangga Venezuela yang bergulat dengan membanjirnya orang yang melarikan diri dari negara yang dilanda ekonomi itu.

Di sisi lain, Maduro membalas dalam sebuah wawancara yang disiarkan pada hari yang sama dengan mengatakan pertemuan regional itu bertujuan untuk membentuk pemerintah tandingan. Maduro menuduh AS mengingini minyak negaranya dan ingin berperang untuk mendapatkannya.

"Kami berharap untuk transisi damai ke demokrasi tetapi Presiden Trump telah memperjelas: semua opsi ada di meja," kata Pence, yang meneruskan dukungan 100% Trump ke Guaido.

Pertemuan itu terjadi setelah empat orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka saat pendukung Guaido bentrok dengan pasukan keamanan Venezuela di perbatasan dengan Kolombia dan Brasil pada akhir pekan lalu. Bentrokan terjadi dalam upaya Venezuela menggagalkan relawan membawa bantuan kemanusiaan.

Kelompok Lima, yang terdiri dari negara-negara Amerika Latin dan Kanada, bertemu di Bogota dan berjanji akan meminta Pengadilan Kriminal Internasional untuk mengadili kekerasan rezim kriminal Maduro terhadap penduduk sipil.

Guaido memperingatkan bahwa memanjakan Maduro akan menjadi ancaman bagi seluruh Amerika. Presiden Kolombia Ivan Duque menyerukan tekanan lebih kuat dan efektif pada pemimpin sosialis Venezuela itu. Namun, Grup Lima menolak ide menggunakan kekuatan untuk mencapai transisi yang demokratis.

Kelompok 14 negara tidak bergabung dalam penanggulangan krisis Venezuela. Meksiko, Kosta Rika, Guyana, dan Saint Lucia melewatkan pertemuan itu.

"Di Grup Lima, konsensusnya ialah Maduro harus dihapus, tetapi tidak ada konsensus tentang bagaimana melakukan itu," kata ilmuwan politik Laura Gil kepada AFP.

Pemerintahan tandingan

AS meminta digelar pertemuan mendesak Dewan Keamanan PBB dan menjatuhkan sanksi baru kepada gubernur empat Negara Bagian Venezuela yang bersekutu dengan Maduro menghalangi pengiriman bantuan.

Dalam sebuah wawancara dengan ABC News, Maduro mengecam pembicaraan di Bogota sebagai politik untuk mencoba membentuk pemerintahan tandingan di Venezuela.

Washington, katanya, menginginkan minyak Venezuela dan berperang untuk minyak itu.

Di lain hal, satu tim yang terdiri dari enam jurnalis dari jaringan TV yang bermarkas di AS, Univision, mengatakan mereka ditahan selama hampir tiga jam di Caracas, Senin (25/2).

Penahanan karena Maduro tersinggung pertanyaan tentang kemiskinan dan ketidakwajaran aturannya yang telah mereka tanyakan kepadanya selama wawancara.

"Otoritas Venezuela menyita peralatan tim juga," kata pembawa berita Jorge Ramos dari jaringan besar berbahasa Spanyol itu. (AFP/I-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya