Aplikasi Bermuatan Xi Jinping Paling Populer di Tiongkok

(Theguardian/Tesa Oktiana Surbakti/I-1)
22/2/2019 07:20
Aplikasi Bermuatan Xi Jinping Paling Populer di Tiongkok
(AFP/GREG BAKER)

SEBUAH aplikasi yang diluncurkan pemerintah Tiongkok menjadi yang paling populer di negara ekonomi raksasa. Aplikasi bernama Study (Xi) Strong Country itu merupakan permainan kata 'Xuexi', yang tidak hanya merujuk pada kata belajar, tetapi juga mengandung nama Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Dengan mengunduh aplikasi Study (Xi) Strong Country, pengguna jejaring sosial diharapkan mempelajari kepemimpinan Xi. Aplikasi mini dengan dominasi warna merah itu menyediakan laporan berita dari media pemerintah, fasilitas panggilan video, penyusunan jadwal pribadi, hingga transaksi daring lainnya. Meski fiturnya beragam, fungsi utama aplikasi ini ialah memudahkan publik memahami arah kepemimpinan Xi.

Setiap pekan, pengguna aplikasi dapat mengikuti kuis mingguan, termasuk pertanyaan tentang Xi. Dari beberapa hadiah, yang menarik perhatian ialah menonton serial televisi Sejarah Revolusioner Hebat Tiongkok.

Aplikasi ini juga menghadirkan bagian khusus untuk pembaruan informasi berbagai provinsi di Tiongkok. Pengguna bisa mengakses laporan berita terkait dengan kunjungan kerja Xi.

Dalam sebuah rekaman video yang diunggah Hubei terlihat sejumlah siswa, pekerja, pensiunan, polisi, dan juga tentara kompak berteriak, "Hanya dengan belajar (kepada Xi), kita dapat membuat Tiongkok lebih kuat!"

Popularitas aplikasi tersebut menyalip WeChat dan TikTok, bahkan paling banyak diunduh perangkat Apple dan IOS di Tiongkok. Aplikasi ini telah diunduh hampir 44 juta kali pada perangkat Apple dan Android sejak diluncurkan pada Januari, menurut Qimai Technology.

"Ini adalah contoh sempurna propaganda di era Xi... yang menarik bagi populasi online Tiongkok yang besar," kata Manya Koetse, editor What's on Weibo.

Kendati demikian, popularitasnya terbilang tidak sepenuhnya wajar. Pemerintah Tiongkok sempat memberikan arahan kepada anggota Partai Komunis untuk mengunduh aplikasi. Di provinsi Henan, sejumlah pejabat menginstruksikan anggota partai bergerak cepat mempromosikan aplikasi, sekaligus berencana merekrut tim koresponden dan komentator untuk mengisi muatan aplikasi.

Pejabat Pemerintah Provinsi Fujian mengadakan lokakarya yang menekankan kepentingan politik melalui aplikasi tersebut. Pengarah-an kepada para pemimpin lokal pun tidak lepas dari promosi aplikasi di seluruh departemen pemerintah. Akan tetapi, sejumlah penggguna merasa tertekan dalam menggunakan aplikasi karena terdapat tuntutan tidak tertulis untuk mengumpulkan poin.

"Jika Anda memiliki poin rendah, Anda akan dipermalukan. Saat ini semua orang berusaha mendapatkan banyak poin secara gila-gilaan. Bagaimana kita bisa belajar sesuatu?" bunyi unggahan salah satu pengguna Weibo.

Bukan kali pertama, pemerintah Xi meluncurkan aplikasi yang bersifat kenegaraan. Pada Mei 2018, Beijing News melaporkan Partai Komunis meluncurkan aplikasi gratis bernama Learn from Xi, yang berisi buku digital pertama Xi, mencakup kumpulan kutipan dan pidato.

Selain itu, pengguna dapat mengetahui keberadaan Xi melalui fitur peta negara. Aplikasi itu menampilkan pandangan ahli dan akademis terhadap kepemim-pinan Xi.

Beragam aplikasi buatan pemerintah semakin mengemuka setelah Tiongkok meningkatkan sensor pada platform daring. Secara bertahap, sensor mematikan konten yang dianggap berbahaya bagi stabilitas sosial, termasuk video Peppa Pig, gambar Winnie the Pooh. Pihak berwenang memaksa para pengguna Twitter menghapus akun mereka. Pada Oktober lalu, 10 ribu akun hiburan dan selebritas ditutup.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya