ASEAN-Rusia Tekankan Kemitraan Strategis

(Tes/I-1)
22/2/2019 06:40
ASEAN-Rusia Tekankan Kemitraan Strategis
(ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/foc)

PENINGKATAN kerja sama kemit-raan ASEAN dengan Rusia menjadi kerja sama strategis harus memberikan manfaat konkret bagi kemakmuran kawasan.

Hal itu ditekankan Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN/Ketua Senior Officials (SOM) ASEAN-Indonesia, Jose Tavares, saat memimpin Pertemuan 16th ASEAN-Russia Senior Officials' Meeting di Bali.

ASEAN-Russia SOM merupakan pertemuan tahunan tingkat pejabat tinggi dan menjadi pertemuan pertama setelah Indonesia menjadi negara koordinator kerja sama kemitraan ASEAN-Rusia periode 2018-2021.

Pertemuan dipimpin Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN/Ketua SOM ASEAN-Indonesia, Jose Tavares, dan Wakil Menteri Luar Negeri/Ketua SOM Rusia, Igor Morgulov.

Indonesia menjadi lead discussant bagi ASEAN dalam pembahasan agenda Arsitektur Regional di Kawasan Asia Pasifik.

ASEAN-Rusia sepakat dukung arsitektur regional yang terbuka, transparan, dan inklusif demi kemajuan bersama.

"ASEAN saat ini tengah menyu-sun konsep bersama tentang kerja sama Indo-Pasifik. Pada waktunya nanti, dukungan para mitra wicara ASEAN, termasuk Rusia, menjadi sangat penting untuk mengimplementasikan konsep ini menjadi kerja sama konkret," ujar Jose dalam keterangan resmi, Kamis (21/2).

Selama Indonesia menjadi negara koordinator kerja sama ASEAN-Rusia, terdapat tiga bidang kerja sama yang menjadi fokus, yaitu kontraterorisme, keamanan siber, dan penanganan bencana.

"Kita harus manfaatkan momentum peningkatan kemitraan stra-tegis untuk redouble efforts dalam penguatan kerja sama, termasuk dalam laksanakan rencana aksi 2016-2020", imbuh Jose.

Indonesia bersama dengan Rusia akan memimpin ASEAN Regional Forum Inter-Sessional Meeting (ARF ISM) on Counter Terrorism and Transnational Crime di Bali pada 21-22 Maret 2019.

Saat ini, ASEAN dan Rusia tengah membahas sebuah dokumen memorandum of understanding (MoU) dalam bidang kerja sama penanganan bencana.

Diharapkan, ke depannya ASEAN dan Rusia menjadi kawasan dengan tingkat ketahanan (resilient) yang tinggi terhadap bencana alam.

Pertemuan juga menggarisbawahi perlunya penguatan interaksi people-to-people sebagai fondasi kemitraan antara ASEAN dan 'Negeri Beruang Merah'.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya