PEMIMPIN umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus, kemarin, menyampaikan pujian atas tercapainya kesepakatan nuklir Iran yang diwujudkan dalam pertemuan di Lausanne, Swiss, Kamis (2/4). "Kita semua berharap kepada Tuhan, kesepakatan itu menjadi langkah definitif menuju dunia yang lebih aman dan penuh persaudaraan," kata Paus mengawali pesan Paskahnya. Isu kesepakatan pembatasan nuklir Iran dengan tujuan agar Iran tidak mengembangkan senjata nuklir itu merupakan salah satu pesan urbi et orbi dari Paus Fransiskus dalam perayaan Paskah, kemarin. Pesan urbi et orbi--berarti 'kepada kota dan dunia'--rutin disampaikan Paus dua kali dalam setahun dari balkon Alun-Alun Santo Petrus, Vatikan.
Pada Paskah tahun ini, Paus menyampaikan pesannya di tengah hujan dan di hadapan puluhan ribu umat yang hadir di Alun-Alun St Petrus. Dalam pesannya kemarin, Paus mengecam ketersediaan senjata di dunia. "Kita semua memohon perdamaian di dunia ini, berkenaan dengan para pedagang senjata yang mencari nafkah kehidupan dengan ditukar darah manusia lainnya," tutur Paus. Selain itu, Paus juga mengecam pertumpahan darah yang disebutnya absurd, serta aksi-aksi kekerasan yang dia sebut barbar, yang terjadi di Libia dan dipicu perselisihan kesukuan dan milisi. Paus pun mengutarakan harapan perdamaian untuk Yaman yang didera konflik.
"Kita pun berdoa agar dentuman senjata berhenti terjadi di Suriah dan Irak, perdamaian pun menyelimuti Afrika, baik untuk Nigeria, Sudan Selatan, Sudan, juga Kongo," tutur Paus. Pemimpin umat itu tidak ketinggalan mengenang para mahasiswa yang menjadi korban dalam serangan pembantaian di Universitas Garissa, Kenya, Kamis (2/4), serta menyesalkan aksi-aksi penculikan yang dilakukan kelompok-kelompok ekstremis terutama di sejumlah wilayah Afrika termasuk Nigeria. Pertumpahan darah yang terjadi di Ukraina tidak luput dari pesan paskah Paus. "Kita berdoa agar Ukraina kembali menemukan perdamaian dan harapan berkat komitmen semua pihak yang terlibat," ucap Paus Fransiskus.
Pada akhirnya, Paus menyampaikan pesan khasnya yang kerap dia sampaikan dalam berbagai kesempatan, yakni meminta kelompok kaya untuk selalu berbagi dengan kelompok miskin. "Di dunia ini, kita harus selalu hidup melayani sesama, meninggalkan sikap arogan, dan memupuk sikap saling hormat serta siap membantu sesama," tuturnya. Begitu Paus tuntas menyampaikan pesan paskahnya, hujan pun berhenti. Dengan mengenakan jas hujan putih, Paus diarak berkeliling alun-alun dengan menggunakan kendaraan terbuka supaya sang pemimpin umat bisa melambaikan tangan kepada puluhan ribu orang yang hadir.