Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MILITER Venezuela, Selasa (19/2), mengatakan pihaknya bersiaga di perbatasan menyusul ancaman oleh Presiden AS Donald Trump dan memblokade udara dan laut dengan Pulau Curacao menjelang pengiriman bantuan yang direncanakan AS.
Pemimpin oposisi dan presiden sementara yang mendeklarasikan dirinya sendiri, Juan Guaido, telah bersumpah untuk membawa bantuan dari berbagai titik pada Sabtu (16/2) dengan satu atau lain cara. Guiado menjanjikan ini meskipun ada upaya militer untuk memblokadenya.
Namun, para komandan menggandakan kesetiaan mereka kepada Presiden Nicolas Maduro setelah Trump mendesak mereka untuk meninggalkannya.
"Angkatan bersenjata akan tetap dikerahkan dan waspada di sepanjang perbatasan untuk menghindari pelanggaran integritas wilayah," kata Menteri Pertahanan Vladimir Padrino.
Komandan Regional Vladimir Quintero kemudian mengonfirmasi laporan media bahwa Venezuela telah memerintahkan penangguhan hubungan udara dan laut dengan Curacao dan pulau-pulau Antillen Belanda terdekat Aruba dan Bonaire.
Pengiriman makanan dan obat-obatan untuk rakyat Venezuela yang menderita krisis ekonomi negara itu telah menjadi fokus perebutan kekuasaan antara Maduro dan Guaido.
Bantuan disimpan di Kolombia di dekat perbatasan Venezuela dan Guaido juga ingin membawa pengiriman melalui Brasil dan Curacao, yang berada di lepas pantai Venezuela.
Seorang juru bicara kepresidenan Brasil mengatakan negara itu bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk memasok bantuan ke Venezuela, tetapi akan menyerahkannya kepada Venezuela untuk mengambil barang-barang melewati perbatasan.
Maduro mengatakan rencana bantuan itu ialah upaya untuk invasi AS. Dia menyalahkan sanksi AS dan 'perang ekonomi' untuk krisis Venezuela.
Guaido, pemimpin legislatif Venezuela berusia 35 tahun, telah meminta para pemimpin militer untuk mengalihkan kesetiaan kepadanya dan memperbolehkan bantuan masuk.
Dia telah menawarkan amnesti kepada komandan militer jika mereka meninggalkan Maduro. Namun, komando tinggi militer sejauh ini mempertahankan dukungannya untuk Maduro.
"Kami menegaskan kembali ketaatan, subordinasi, dan loyalitas kami tanpa batas kepada Maduro," kata Padrino.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved