Honda Segera Tutup Pabrik di Inggris

(AFP/Tes/I-2)
20/2/2019 04:40
Honda Segera Tutup Pabrik di Inggris
( (Photo by Adrian DENNIS / AFP))

Produsen otomotif asal Jepang, Honda, akan menutup sebuah pabrik utama di Inggris, disertai pemutusan hubungan kerja terhadap 3.500 karyawan. Penutupan pabrik tersebut menandai upaya pengurangan operasi perusahaan Jepang menjelang keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit).

Pabrik yang berlokasi di Swindon, wilayah barat daya Inggris, merupakan satu-satunya pabrik Honda di Uni Eropa. Selama lebih dari 24 tahun, pabrik Honda di Inggris telah memproduksi mobil Civic dengan jumlah 150 ribu unit per tahun. Manajemen Honda mengumumkan rencana penutupan pabrik pada 2021, sebagai akhir siklus produksi.

"Keputusan ini tidak mudah, kami sangat menyesal. Pengumuman hari ini pasti sangat meresahkan," ujar kepala pejabat operasi regional Eropa, Katsushi Inoue, dalam sebuah pernyataan resmi.

Pihak korporasi mengungkapkan langkah itu diambil karena ketidakpastian iklim investasi di Inggris, menjelang bercerai dari Uni Eropa.

Di sisi lain, terjadi perubahan dalam industri otomotif global. "Saya ingin Anda mengerti bahwa keputusan ini tidak berkaitan dengan Brexit," tutur Presiden Honda Takahiro Hachigo saat ditemui wartawan di Tokyo.

Lebih lanjut Takahiro menekankan pihaknya sangat menyesal atas keputusan yang diambil perusahaan. Namun, langkah itu dinilai yang terbaik, mengingat urgensi untuk mengurangi kapasitas produksi dan memperbarui fasilitas industri global. Selain itu, manajemen Honda juga mengumumkan penghentian produksi model Civic di Turki pada 2021.

Langkah Honda senada dengan raksasa otomotif Nissan, berikut perusahaan Jepang lainnya, yakni Panasonic, Sony, dan Hitachi. Para analis memandang kemungkinan besar Brexit menjadi faktor bagi sejumlah korporasi menutup pabrik mereka.

Apalagi, perjanjian perdagangan bebas berskala besar antara Uni Eropa dan Jepang, belum lama ditandatangani. Hal ini memberikan peluang lebih luas bagi pengembangan industri otomotif.

"Honda tampaknya telah mempersiapkan keputusan itu sejak lama. Ditambah adanya Brexit, kemungkinan mendorong perusahaan untuk mengambil langkah tersebut," kata analis Tokyo Research Institute, Seiji Sugiura.

Anggota parlemen lokal, Justin Tomlinson, berpendapat keputusan Honda dipengaruhi tren global dan tidak disebabkan Brexit. Sebab, seluruh produksi pasar Eropa akan berkonsolidasi di Jepang pada 2021.

Seperti diketahui, pada awal bulan ini, Nissan telah memangkas produksi SUV X-Trail di Sunderland yang ditengarai akibat dampak Brexit, meski ada jaminan dari pemerintah Inggris atas konsekuensi keluar dari Uni Eropa. Pemimpin Nissan Eropa, Gianluca de Ficchy, menjelaskan pemotongan produksi disebabkan alasan bisnis.





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya