Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ARAB Saudi berupaya mengurangi tensi ketegangan antara Pakistan dan India. Putra Mahkota, Muhammad bin Salman, bersiap melakukan perjalanan dari Islamabad ke New Delhi.
Hal itu diungkapkan Menteri Negara untuk Urusan Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir, dalam konferensi pers di Islamabad. Tepatnya, setelah Pakistan memanggil utusannya dari New Delhi untuk perundingan. Langkah itu merupakan perkembangan terbaru dalam krissi diplomatik antara negara-negara tetangga bersenjata nuklir.
Baca juga: Honda Segera Tutup Pabrik Utama di Inggris
Di lain sisi, India berjanji untuk melakukan pembalasan, setelah terjadinya ledakan bunuh diri yang menewaskan 41 paramiliter India di Kashmir pada Kamis lalu. Serangan paling mematikan di wilayah sengketa Himalaya dalam beberapa dekade terakhir. Pun, serangan itu memicu seruan luas agar India menindak tegas Pakistan.
"Kami mencoba untuk mengurangi ketegangan antara kedua negara tetangga. Serta melihat kembali apakah ada jalan penyelesaian perbedaan-perbedaan itu secara damai," ucap al-Jubeir.
Sebelum terbang ke India, Putra Mahkota yang dikenal sebagai MBS, mengadakan serangkaian pertemuan dengan jajaran petinggi Pakistan pada Senin sore waktu setempat.
Sejak merdeka dari Inggris pada 1947, wilayah Kashmir diperebutkan India dan Pakistan. Kedua negara telah bertempur sebanyak tiga kali, demi klaim utuh atas wilayah tersebut. Kelompok Islam yang berbasis di Pakistan, Jaish-e-Mohammed (Jem), menyatakan bertanggung jawab erhadap serangan pada Kamis lalu. Kendaraan yang meledak, dikendarai oleh seorang militan lokal yang cukup dikenal.
Baca juga: Jelang KTT, Kim Jong-un Diperkirakan Berangkat Dengan Kereta Api
Menyikapi serangan tersebut, India langsung mengumpulkan dukungan diplomatik. Pemerintah India bertekad mengisolasi Pakistan di komunitas internasional, seraya mengklaim bukti yang tak terbantahkan mengenai peran Islamabad. Akan tetapi, Pakistan menepis tudingan yang mengarah kepada mereka.
Dalam kunjungan kenegaraan di Pakistan, Putra Mahkota menandatangani kesepakatan investasi bernilai US$ 20 miliar. Negara kaya minyak itu juga berjanji akan membebaskan ribuan warga Pakistan di tahanan Saudi. Seperti diketahui, Islamabad mengalami krisis neraca pembayaran. Kesepakatan besar dengan Arab Saudi, diharapkan mmapu meningkatkan perekonomian domestik yang tengah terpuruk. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved